Oleh: hendrinova | April 3, 2011

>Sagu, Tak Hanya Sekedar Pengenyang Perut

>
LANGKA – Pohon sagu mulai langka di Kota Padang. Pembangunan perumahan yang cepat, kemungkinan akan memusnahkan tumbuhan ini. Hendri Nova

Tidak beberapa lama lagi, daerah perkotaan di Sumatra Barat akan kehilangan pohon sagu atau pohon rumbia. Pembangunan perumahan yang cepat, tidak hanya merenggut areal pesawahan, tapi juga areal yang ditumbuhi banyak pohon sagu.

Khusus di Padang sendiri, warga yang ingin melihat batang sagu ini, bisa mendapatkannya di lokasi sebelum jembatan Lubuk Buaya. Oleh warga setempat, pohon rumbia memberi kehidupan pada mereka.

Para pengrajin atap rumbia, masih bisa hidup dengan menekuni pekerjaan ini. Semangat kembali pada barang-barang alami, membuat atap rumbia tidak sepi peminat.

Hampir tiap hari, warga yang memiliki pohon rumbia memanen daunnya. Setelah itu, mereka menjahit helai demi helai daun, dan jadilah sebuah atap rumbia.

Jika pohon rumbia memasuki masa panen, maka mereka akan menebang batangnya. Bagi yang ingin dapat sagunya, maka mereka harus berusaha memisahkan sagu dari batang pohon.

Setelah batang sagu dihaluskan dan keluar airnya, maka ia harus disaring dengan kain super rapat, untuk mendapatkan sagu berkualitas.

Air perasan kemudian didiamkan sampai berwarna agak jernih, kemudian baru diangkat. Setelah airnya dibuang, maka dibawah akan terlihat endapan sagu,

Khusus masyarakat Minang, menjadikan sagu untuk membuat kerupuk, cendol dan lainnya. Namun tidak bagi masyarakat Mentawai, sagu digunakan untuk makanan pokok sehari-hari.

Dari hasil penelitian yang ada, sagu ternyata juga berkhasiat mengobati penyakit. Sakit perut misalnya, bisa diobati dengan sagu.

Caranya lumayan mudah, dengan mengambil segelas air putih biasa (tidak dingin dan tidak juga panas). Setelah itu, masukkan 3 sendok makan Tepung sagu, tambah sedikit gula, garam secukupnya, lalu diminum.

Sementara penyakit lainnya yang bisa diobati dengan sagu, antara perut Kembung (orang bilang kena angin duduk), mencret, buang bir besar dengan darah, muntah-muntah, dan gangguan perut.

Mungkin sekali-sekali, harus ada agenda bagi semua anggota keluarga, untuk makan makanan yang mengandung sagu. Tentu banyak pilihan selera yang bisa dijadikan tempat untuk makan. Berbagai Sumber. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: