Oleh: hendrinova | Februari 14, 2011

>Shaolin Pengkhianatan di Atas Pengkhianatan

>
Hou Jie (Andy Lau) benar-benar seorang panglima perang yang angkuh. Di depan para biksu, ia membunuh seorang panglima saingan yang menguasai wilayah Dengfeng. Ia tidak peduli, meski tindakannya itu dipandang telah menodai kesucian biara.

Bersama dengan tangan kanannya Tse (Cao Man), ia meninggalkan sang jenderal yang sudah kaku di biara shaolin. Sejak saat itu, ia menjadi penguasa dengan tingkat keangkuhan yang tinggi.

Hingga suatu hari, ia diagendakan bertemu dengan kakaknya yang juga seorang panglima. Namun dalam agenda pertemuan itu, Hou Jie berniat menghabisi sang kakak, agar daerah kekuasaannya menjadi penuh.

Bersama dengan putri dan istrinya Yan Xi (Fan Bingbing), Hou Jie pergi ke tempat pertemuan. Permintaan Yan Xi padanya waktu itu hanya satu, agar ia tidak membunuh kakaknya dihadapan putrinya.

Hou Jie tak menyangka sama sekali, jika pertemuan itu ternyata beragenda kawin gantung antara putri semata wayangnya dengan anak lelaki kakaknya. Pernikahan gantung langsung terjadi, dan masa itu kakaknya menerima sepucuk surat yang langsung membuatnya tegang.

Kakaknya memerintahkan istri dan putranya ke toilet, begitu pula Yan Xi dan putrinya, juga disuruh berlaku sama. Namun sebelum pertumpuhan darah terjadi antara keduanya, para pengawal tampak tewas bersimbah darah. Kiranya, tangan kanan Hou Jie, Tse telah melakukan pengkhianatan untuk tujuan kekuasaan.

Hou Jie hampir tewas kalau tidak diselamatkan sang kakak. Sementara anak dan istrinya dalam incaran maut, begitu pula keluarga kakaknya. Dengan segenap kemampuan, Hou Jie berupaya menyelamatkan anaknya yang histeris.

Dengan nekat, Hou Jie melompati kuda yang membawa sang anak, dan keduanya jatuh berguling-guling masuk jurang. Sementara sang istri, diselamatkan segerombolan biksu yang mencuri untuk makan rakyat yang kelaparan.

Hou Jie sampai di biara dan ia bermohon-mohon pada biksu yang sebelumnya pernah ia sepelekan. Dengan ilmu akupuntur, darah yang menyumpal di leher anaknya bisa dikeluarkan. Sesaat sang putri diam, dan Hou Jie langsung panik karena mengira anaknya tewas.

Sebelum ia nekat membunuhi para biksu, sang anak bisa bicara. Ia meminta agar sang ayah tidak menghukum para biksu yang tak bersalah. Setelah itu, ia meninggal, dan Hou Jie hilang kendali. Ia kemudian disesali sang istri, dengan mengatakan dialah yang membunuh putrinya secara tidak langsung. Karena mengamuk, Hou Jie akhirnya diringkus dengan ilmu khas shaolin.

Saat melarikan diri dari biara shaolin, Hou Jie secara tak sengaja masuk perangkap babi hutan. Ia pun bertemu Cahan (Jackie Chan), yang akhirnya mampu mengubah tujuan hidupnya.

Setelah membakar jasad putrinya, ia pun menggunduli rambutnya dan menjadi biksu. Sayang tak lama kemudian, ia bertemu dengan sekelompok tentara dan langsung membuat dirinya jadi target pencarian jenderal berkuasa.

Hou Jie rupanya tak ingin para biksu menjadi korban, dan ia rela menyerahkan diri. Namun apa hendak dikata, sang jenderal ternyata tidak memiliki hati.

Film besutan Sutradara Benny Chan ini, berlatar belakang China tempo dulu. Saat China masih dibayang-bayangi perang antar panglima, untuk memperebutkan daerah kekuasaan.

Setidaknya, alur film ini mampu menyadarkan penonton, akan adanya karma bagi mereka yang tega berbuat keburukan di muka bumi. Ibarat kata pepatah, siapa menabur angin, maka ia yang akan menuai badai.

Sayangnya, film tidak disajikan dengan tuntas, akan nasib beberapa pameran cerita. Jackie Chan sendiri juga tidak memperlihatkan kehebatan kungfunya, bersama canda-candanya yang nakal. Namun secara keseluruhan, film ini lumayan bagus. Hendri Nova

Jenis : action
Pemain : Jackie Chan, Andy Lau, Fan Bingbing Fan, Jacky Wu, Nicholas Tse, Yu Xing
Sutradara : Benny Chan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: