Oleh: hendrinova | Februari 14, 2011

>Mentauladani Nabi dalam Mendidik Anak

>
Usaha mendapatkan anak shaleh dan shalehah, jelas tak semudah membalik telapak tangan. Butuh usaha serius dan kesiapan ilmu untuk mewujudkannya.

Untuk mencari formula yang cocok akan cara mendidik anak, tidak contoh yang paling terbaik selain cara Nabi Muhammad SAW. Cara dan tingkah laku Nabi SAW dalam mendidik anak, layak dijadikan suri tauladan utama.

Proses mendapatkan anak berkualitas shaleh dan shalehah, bermula dari pencarian bibit. Jika orangtuanya sebelum menikah sudah berpredikat shaleh dan shalehah, maka anaknya kemungkinan juga akan mengikuti jejak kedua orangtuanya, asal dididik dengan benar.

Kenapa tetap harus dididik? Karena yang namanya keshalehan tidak datang secara serta merta. Butuh usaha serius dari diri yang bersangkutan. Jika kedua orangtuanya berhasil mewariskan keshalehannya, maka sang anak akan menjadi pundi-pundi pahala selama ia masih hidup.

Jika bobot keshalehan sudah didapat, maka proses mendapatkan anak shaleh juga harus dijalani. Semua tentu bermula dari malam pertama benih akan ditanam. Dari sana sanalah proses menciptakan anak shalih bermula.

Setelah sang anak lahir ke dunia, maka didikan harus dilanjutkan. Terutama di usia emas menjelang dua tahun. Dari sanalah anak bermula belajar baik dan buruk dari kedua orangtuanya. Jika sang anak sering melihat kedua orangtuanya shalat, bersedekah, membaca Alquran dan amalan baik lainnya, ia akan meniru dan akan selalu teringat ajaran itu di memorinya yang paling dalam.

Jauhilah segala kebiasaan buruk seperti merokok, makan dan minum berdiri atau tidur, berkata-kata kotor, pipis sembarang tempat dan lainnya. Hentikan merokok atau jangan sampai terlihat oleh sang anak, agar ia tidak ketularan. Dengan adanya penjagaan diri dari kedua orangtua, berarti ia telah menjaga sang anak dalam masa yang panjang.

Orangtua yang lihai, biasanya memiliki kemampuan mempengaruhi akal sang anak. Ia mampu membentuk keepribadian sang anak, sejak pertama ia mengenal dunia. Cara terbaik tentunya dengan menceritakan kisah-kisah teladan seperti kisah Nabi dan rassul plus orang-orang shaleh lainnya.

Sebagai orangtua, janganlah memposisikan sebagai raja atau kapten bagi sang anak. Paling bagus menjadikan diri teman baginya, sehingga ia nantinya memiliki tempat untuk berkeluh kesah dan mencarikan solusi masalah.

Jika sang anak tertutup sama orangtua, maka akan susah mmantau akan apa yang lagi dipikir dan ia rasakan. Hal itu juga akan menghindari dirinya mencari tempat lain, selain orangtuanya.

Jangan plit memberinya sanjungan jika ia berhasil mengerjakan sesuatu. Pujian yang diberikan, akan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dalam dirinya. Ia tidak akan merasa rendah diri, sehingga berani tampil di muka umum.

Buku berjudul ‘Prophetic Parenting, Cara Nabi Mendidik Anak’ ini merupakan buku paling berharga bagi semua orangtua. Panduan mendidik anak dijabarkan dari sejak mulai meminang, malam pertama, bayi dalam kandungan, lahir, batita, balita hingga dewasa.

Ajaran yang diberikan mulai dari berbakti pada orangtua, ajaran dalam memberi hukuman, ajaran akidah, ajaran ibadah, ajaran akhlak, sosial hingga seks, lengkap ada dalam buku ini.

Bagi anda yang ingin mendapat anak-anak shaleh dan shalehah, maka buku ini layak dijadikan bacaan wajib. Di Timur Tengah, buku karya DR.Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid ini merupakan buku terlaris.

Tentu banyak pelajaran dan pedoman hidup yang bisa diambil para orangtua, agar anak-anaknya menjadi kebanggaan di dunia dan akhirat. Yakinlah, hanya anak-anak shaleh dan shalehah saja yang mampu membalas budi atau berbakti pada orangtua. Hendri Nova

Judul: Prophetic Parenting, Cara Nabi Mendidik Anak
Penulis : DR.Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
Penerjemah : Farid Abdul Aziz Qurusy
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : Pertama 2010
Tebal : 610 Halaman

Iklan

Responses

  1. Assalam…..maaf ganggu….. bapa pnya referensi lngkap soak biografi beliau…? Insyaallah saya jdikan buku ini sbg bahan kajian skripsi saya….. saya btuh bgt biografi beliau….jazzakillah khoir


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: