Oleh: hendrinova | Februari 14, 2011

>Mahoni, Pohon Lindung Berkhasiat Obat

>

BERKHASIAT – Selain mampu menciptakan kesejukan, mahoni juga kaya akan nilai obat alami. Hendri Nova

Tak banyak masyarakat perkotaan yang tahu khasiat pohon mahoni, terutama bijinya. Pohon yang gampang ditemui di jalan-jala utama Kota Padang dan kota-kota lainnya di Indonesia ini, dari zaman dulu sebenarnya sudah dikenal memiliki khasiat obat.

Guna sederhana dari rasa pahit yang dikandung biji mahoni, adalah untuk menyapih anak yang masih menyusu. Biasanya sang ibu akan mengolesi puting susunya dengan mahoni.

Maka saat sang anak menetek, bibirnya akan langsung berasa pahit. Rasa pahit itu kemudian akan merangsang selera makan anak, sehingga mau makan selain ASI.

Mahoni diketahui memiliki kandungan flavonoid dan saponin. Penemuan buah mahoni sebagai vitamin dan obat-obatan, pertama kali oleh ahli biokimia, DR. Larry Brookes, pada tahun 1990-an. Buah mahoni kemudian dibuat dalam bentuk ekstrak.

Flavonoid selama ini dikenal untuk melancarkan peredaran darah, terutama untuk mencegah tersumbatnya saluran darah, mengurangi kadar kolesterol dan penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah, membantu mengurangi rasa sakit, pendarahan, dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas.

Saponin berguna mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak tubuh, meningkatkan sistem kekebalan, memperbaiki tingkat gula darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah.

Dalam farmakologi Cina dap pengobatan tradisional lain disebutkan, tanaman ini memiliki sifat pahit, dingin, antipiretik (penurun panas), antijamur, dan mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Efek farmakologis ini diperoleh dari penggunaan biji yang dikeringkan, digiling halus, sampai menjadi serbuk.

Khasiat biji mahoni, yaitu mengatasi hipertensi, gangguan gula darah, kurang nafsu makan, demam, dan membantu menjaga daya tahan. Cara mengolahnya, biji ditumbuk atau dihaluskan menjadi bubuk lalu disedoh dengan air panas.

Tanaman yang memiliki kemampuan sebagai astringent (mengeringkan) ini dapat mengendapkan protein selaput lendir usus dan membentuk suatu lapisan yang melindungi usus, sehingga menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah.

Sebuah penelitian biji mahoni dalam menurunkan glukosa darah pada hewan percobaan pernah dilakukan Laurentia Mihardja, peneliti pada Center For Research and Development of Disease Control, NIHRD. Pemberian ekstrak mahoni dosis 45 mg/ 160 g bb setelah 7 hari menunjukkan hasil berbeda yang signifikan dibanding pelarut serta tidak berbeda dengan glikazide 7,2 mg/200 g bb. Disimpulkan, mahoni dapat menurunkan glukosa darah pada hewan percobaan.

Mereka yang baru menderita sakit, tidak ada salahnya mencoba mengobati diri dengan mahoni sebagai ramuan penambah stamina. Untuk keluhan stroke tingkat awal, hipertensi, dan diabetes, ramuan mahoni layak untuk dicoba.

Sekarang serbuk biji mahoni sudah banyak diperjualbelikan. Ia dikemas dalam bentuk kapsul, serbuk fiber, juice premix, essential oil buat membesarkan payudara dan penghalus kulit, serbuk teh, sampai serbuk kopi instan. Yang terbanyak dalam bentuk serbuk, sedangkan bentuk yang lain lebih didasarkan pada pesanan.

Setidaknya ada beberapa ramuan dari mahoni, yang mungkin cocok dengan penyakit yang diderita. Untuk mengobati tekanan darah tinggi, ambil setengah sendok teh serbuk biji mahoni dan segelas air panas. Tambahkan madu satu sendok makan, diaduk-aduk, setelah hangat lalu diminum.

Bagi penderita gangguan gula darah, ramuannya sama dengan hipertensi, dan sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Untuk masuk angin dan penambah stamina, ramuannya juga sama, tetapi dapat ditambahkan jahe.

Bila ingin memanfaatkan ekstrak mahoni buatan pabrik, pilih yang telah mendapat izin dari Badan POM. Bila ragu, dapat dikonsultasikan dulu dengan dokter, terutama bagi yang bermasalah dengan diabetes.

Sementara resep dari Dr. Setiawan Dalimartha dan beberapa rekannya, bisa juga untuk dicoba. Untuk penyakit hipertensi, cara pertama dengan bahan 8 gram biji mahoni segar dan 2 gelas air panas. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Lalu di minum pagi dan sore

Cara kedua, dengan bahan setengah sendok teh serbuk biji mahoni, setengah cangkir air panas, dan 1 sendok makan madu. Setengah sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan setengah cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Lalu diminum selagi hangat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Untuk mengobati kencing manis, ambil bahan setengah sendok teh serbuk biji mahoni, dan 1/3 cangkir air panas. Setengah sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air panas. Diamkan selama beberapa jam agar zatnya yang berkhasiat larut dalam air. Saring lebih dahulu sebelum diminum. Minumlah selagi hangat, 30 menit sebelum makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

Penting untuk diperhatikan, walaupun air seduhan biji mahoni rasanya pahit, minumlah apa adanya. Jangan ditambah madu atau gula.

Bagi yang kurang nafsu makan, sediakan setengah sendok teh serbuk biji mahoni, 1/3 cangkir air panas, dan 1 sendok makan madu. Setengah sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu. Minumlah selagi hangat. Lakukan 2-3 kali sehari

Untuk penderita deman, dan masuk angin, ambil setengah sendok teh serbuk biji mahoni, seperempat cangkir air panas, dan 1 sendok makan madu. Setengah sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan seperempat cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu. Lalu diminum selagi hangat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Mengobati ekzema dan rematik, ambil setengah sendok teh serbuk biji mahoni, setengah cangkir air panas, dan 1 sendok makan madu. Setengah sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan setengah cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu. Lalu diminum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari.

Penting untuk diperhatikan, sebelum dijadikan serbuk, biji mahoni dikeringkan terlebih dahulu. Setelah kering, barulah digiling sampai menjadi serbuk.

Menurut farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lainnya, mahoni memiliki sifat pahit, dingin, antipiretik (penurun panas), anti jamur dan menurunkan tekanan darah tinggi. Efek farmakologis diperoleh dari penggunaan biji yang dikeringkan, digiling halus sampai menjadi serbuk.

Mahoni memiliki kemampuan sebagai astringen, dapat mempresipitasikan protein selaput lendir usus dan membentuk suatu lapisan yang melindungi usus. Sehingga menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah tidak terlalu tinggi.

Penelitian yang dilakukan Laurentia Mihardja, seorang peneliti pada Center For Research and Development of Disease Control, NIHRD menemukan, pada ekstrak mahoni dosis 45 mg/160 g bb setelah 7 hari menunjukkan hasil berbeda signifikan dibanding pelarut serta tidak berbeda dengan glikazide 7,2 mg/200 g bb. Disimpulkan, mahoni dapat menurunkan glukosa darah pada hewan percobaan.

Selain berkhasiat obat, kayu mahoni dari dulu juga terpilih sebagai bahan dasar mebel. Kekuatan dan kerindangan pohonnya dimanfaatkan untuk penyejuk jalan.

Kalau sedang musim bunga, aroma kembangnya mampu memberikan efek aroma terapi. Begitu harum dan membuat betah orang-orang untuk duduk di bawah batang pohonnya.

Mahoni untuk kebutuhan perabotan, bagus ditebang saat ia mengalami musim gugur. Saat itulah kayunya berkualitas dan tidak repot membersihkan.

Mahoni sebagai pelindung jalan, baiknya dipotong kalau sudah berukuran besar. Jika batangnya sudah besar, maka ia rawan tumbang dan itu amat mengganggu kenyamanan. Berbagai Sumber. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: