Oleh: hendrinova | Februari 14, 2011

>Kala Jodoh Susah Didapat

>
Siapa yang tidak gamang dan berada dalam cengkraman kecemasan, saat di usia menanjak kepala tiga tak juga dapat jodoh. Apalagi di tengah desakan orangtua dan orang-orang dekat agar segera menikah, tingkat stres menjadi lebih tinggi.

Jodoh, memang sudah ditetapkan sebagai sesuatu yang ghaib, hak preogratif Allah SWT. Tak ada yang bisa memaksa ia supaya cepat datang, dan tak ada pula yang bisa menghentikan kehadirannya.

Ia dengan gampang bisa dibatalkan saat detik ijab kabul mau diucapkan, dan ia bisa cepat hadir, di saat genting yang hanya beberapa menit saja. Begitulah jodoh, dicaripun kadang ia menjauh, tak diundang pun ia datang dengan sendirinya.

Lalu apa yang harus dilakukan kalau jodoh tak kunjung datang juga. Memang susah dan dibikin puyeng, jika sudah kepala tiga belum juga menikah.

Mereka yang dalam posisi ini, kebanyakan akan mengalami krisis kurang percaya diri. Mereka akan periksa sana-sini, di mana letak kesalahan diri. Apa kurang cantik, terlalu jadul, tak menarik atau malah terlalu over pada lawan jenis.

Bagi mereka yang mengetahui ilmu agama, hal ini dianggap sebagai ujian iman yang lumayan berat. Di tengah gunjingan keluarga, terkadang ada sesal timbul di hati, kenapa dulu tidak pacaran.

Kenapa dulu bersikap jual mahal, saat surat cinta begitu banyak datang menyapa. Kenapa dulu suka menolak cinta, saat bunga sedang wangi-wanginya.

Kenapa dulu begitu banyak pilih, ketika sudah ada pinangan yang menyatakan dirinya sanggup membuat bahagia. Kenapa dulu tidak mengutamakan lelaki shaleh atau wanita shalehah, dan lebih mengutamakan wajah, kekayaan dan keturunan?

Kini setelah semuanya berlalu bersama sinar kecantikan yang mulai memudar, rasa sesal datang menghujam-hujam. Andai waktu bisa dibalik, rasanya ingin dirajut ulang semua yang telah salah dilakukan.

Rasanya ingin diambil semua kesempatan yang datang, tanpa harus banyak pertimbangan. Rasanya ingin diberi peluang bagi mereka yang telah menyatakan komitmen siap bersama meraih kebahagiaan, tanpa harus mensyaratkan kerja yang mapan.

Yach… sayang semuanya telah pergi sekejam waktu yang tidak mau ditarik ulur. Ia hanya menyisakan kenangan, yang terkadang sakit untuk hadir dalam kenangan.

Sekarang… apa yang harus dilakukan, agar kesalahan kedua tak dilakukan? Kalau memang jodoh tak datang kala usia di bawah 30-an, mungkin datang menjelang 40-an, 50-an atau malah di akhir usia.

Jika memang tak harus menikah dengan pria bujang atau gadis perawan, minimal dapat janda beranak satu atau lima, atau duda cerai mati atau karena alasan kelakuan agama istrinya. Jika pun tidak dapat anak, anak angkat pun jadilah.

Jika memang tak dapat dari kalangan orang shalih, mungkin Allah memberi tantangan untuk menshalihkannya saat sudah terikat hubungan suami istri. Jika memang belum mapan, siapa tahu setelah menikah pintu rezeki dibuka lebar-lebar.

Rahasia Allah memang tak bisa ditebak. Dialah pemilik rahasia di atas rahasia. Satu hal yang penting, prasangka baik harus tetap diberikan pada Allah SWT. Mungkin anda memang disediakan untuk lelaki atau wanita yang wafat sebelum menikah. Bisa jadi anda akan dinikahkan di surga nantinya.

Untuk itu, jangan bersedih jika usaha memang sudah maksimal dilakukan. Usaha yang anda lakukan bisa menjadi buah jawab, jika Rasululullah SAW bertanya penyebab anda wafat tidak dalam status suami atau istri seseorang.

Buku berjudul ‘Teman dalam Penantian’ ini, merupakan kumpulan nasehat dari penulis, bagi anda yang belum dapat pasangan. Bahasanya memang terkesan menggurui atau seperti nasehat ustad di atas mimbar.

Jangan bosan membaca nasehatnya, karena baik bagi hidup anda. Bak kata orang bijak, ambil positifnya dan perbaiki saja jika ada yang salah. Hendri Nova

Judul: Teman dalam Penantian
Penulis : Mas Udik Abdullah
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : Pertama 2010
Tebal : 188 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: