Oleh: hendrinova | Februari 14, 2011

>Bang Toyip dalam Kehidupan Berumah Tangga

>Sibuk mencari uang, terkadang menyeret seorang suami menjadi workaholic (gila kerja). Dia bisa pergi pagi hari dan pulangnya kala menjelang dini hari.

Capek dan lelah terkadang tidak terlalu ia pikirkan, asal kebutuhan rumah tangganya terpenuhi. Terkadang, kesehatan diri sendiri tidak ia perhatikan, dengan jarang mandi atau hanya mandi satu kali sehari.

Celakanya, kala sang suami berkutat mencari uang, sang istri meminta perhatian lebih. Ia jadi sering mengeluhkan sang suami yang berubah, dengan menjadikan pekerjaan sebagai istri pertama.

Di bagian inilah yang menjadi sebuah dilema rumah tangga. Saat sang suami pulang, seorang istri bukannya menyambut dengan senyum segar, malah dengan wajah manyun dan kerut cemberut.

Bukannya segelas teh manis yang ia terima, malah sebuah omelan pembuka. Sang istri merasa tak diperhatikan dengan suami yang terlalu gila kerja.

Terkadang sang istri dengan tega menyebut dirinya jablai (jarang dibelai), karena sang suami sibuk sendiri. Ia menambah lelah pikiran sang suami, saat baru pulang dari rumah.

Memang sangat disayangkan, jika seorang istri menuntut macam-macam, pada sang suami yang sudah terbukti banting tulang untuk dirinya dan keluarga. Apalagi kalau pekerjaan yang dilakukan tidak rutin, namun memang lebih banyak pulang malam daripada sore hari.

Satu hal yang pasti, sang suami bukanlah Bang Toyip yang tidak pulang-pulang. Asal dalam satu hari itu tetap pulang ke rumah, syukurilah kalau anda punya suami yang seperti itu.

Biarkanlah ia bekerja keras untuk anda dan keluarga, selagi darahnya masih kuat. Nanti kalau sudah berumur, tentu tidak bisa lagi bekerja keras.

Tugas kaum ibu di rumah, bagaimana lelah sang suami langsung menguap begitu ia sampai di depan pintu. Mungkin wewangian yang anda kenakan sewaktu menyambut sang suami, mampu mengembalikan tenaganya yang hilang sewaktu bekerja.

Baiknya sang istri mengambil posisi memijat-mijat sang suami, setelah segelas teh hangat dihidangkan untuk dirinya. Mungkin sentuhan yang anda berikan, bisa menyadarkannya akan dirinya yang juga butuh perhatian.

Buanglah segala rasa curiga, pada sang suami yang memperlihatkan tanggung jawab besar pada keluarganya. Apalagi kalau ia menargetkan sesutu yang harus dicapai, tentu sang istri harus memberikan dukungan lebih banyak.

Sekali lagi, selagi suami anda tidak berperilaku seperti Bang Toyip yang tidak jelas kapan dia pulang, maka berilah ia ketenangan dan kerileksan dalam bekerja. Istrilah yang harus membagi perhatian pada dirinya, agar lelahnya bisa hilang begitu mencapai pintu rumah. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: