Oleh: hendrinova | November 28, 2010

Kenalkan Si Kecil Pada Huruf dengan Kartu

Siapa orangtua yang tidak ingin anaknya pintar membaca sejak dini. Semuanya pasti mengacungkan tangan, dan menyatakan ingin anaknya pintar sebelum masuk sekolah.

Sekedar ingin saja, tentu tidaklah cukup. Harus ada usaha yang mengiringinya, agar maksud dan tujuan itu tercapai. Hasilnya, gurunya di sekolah akan terkagum-kagum dengan lihainya anak anda membaca.

Salah media yang bisa mengakrabkan si kecil dengan huruf, adalah kartu-kartu huruf. Kartu yang bisa digunakan untuk sarana belajar ini, dapat membuat anak lebih peka dalam melihat, sekaligus merangsang penglihatan anak.

Dalam mengajar anak dengan kartu-kartu, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama terkait dengan sikap dan pendekatan orang tua yang menyegarkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang harus dibuat ceria.

Orangtua harus mengerti, bahwa belajar merupakan hadiah bukan hukuman, permainan harus ceria dan hindari melehkan si anak. Buat anak bisa bersenang-senang dan jangan membuatnya repot. Beri dia aplaus sebagai tanda salut dan hindari menghina kalau ada kesalahan.

Hal penting kedua yang harus diperhatikan, durasi permainan jangan terlalu lama. Kalau bisa buatlah sisingkat mungkin, sehingga si anak menjadi betah. Jangan tunggu ia bosan, baru anda menghentikannya.

Jika tidak punya uang membeli kartu belajar yang sudah jadi, buatlah secara swadaya orangtua. Kertas bekas susu, kardus atau lainnya, bisa dijadikan untuk media belajar. Perhatikan huruf-hurufnya, jangan dibuat terlalu kecil.

Lihatkan pada anak, kalau anda bisa menulis rapi, sehingga ia bisa menirunya. Makin bagus tulisan anda, maka akan makin baguslah dia mengambil contoh.

Sebagai perkenalan awal, ada baiknya menggunakan dua huruf saja lebih dulu. Misalnya huruf A dan M. Dua huruf ini bisa dirangkai menjadi kata MAMA. Lalu suruh ia menunjuk, siapa yang harus dipanggil MAMA. Dengan cara ini, daya ingatnya akan merekam dengan bagus.

Pada pelajaran berikutnya, kenalkan dia dengan huruf P saja. Dengan dua huruf di awal, maka bisa dibentuk kata PAPA. Lalu suruh ia menunjukkan mana yang harus dipanggil PAPA. Cara ini, akan membuatnya makin ceria.

Hari ketiga, kenalkan ia huruf ‘O’. Dari tiga huruf di depan, maka bisa dibentuk kata OMA dan OPA. Ia tentu langsung ingat dengan kakek neneknya, sehingga huruf baru disebut dengan gampang bisa diingat. Begitu seterusnya, sehingga bendahara hurufnya terus meningkat.

Paling gampang mengajari anak, dengan mengenal benda-benda atau manusia sekelingnya. Kalau si anak sudah punya kakak, maka huruf ‘K’ dengan cepat bisa diberikan padanya.

Lanjutkan dengan makanan yang ia sukai, sehingga ia bisa menulis sendiri huruf-hurufnya. Pada akhirnya, ia diarahkan untuk menulis nama sendiri, nama kedua orangtuanya, nama mainannya dan sebagainya. Nah, selamat mencoba. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: