Oleh: hendrinova | November 28, 2010

Agar Si Kecil Pintar Berenang

Anak-anak harus diajari berenang, karena ia tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari dunia air. Tidak lengkap keahlian dasar yang dimiliki seorang anak, jika ia tidak pandai berenang.

Saking pentingnya berenang, masyarakat kota yang tidak punya sungai, membuat kolam renang dalam rumahnya. Selain kebersihan airnya terjamin, kapanpun ingin berenang bisa tersalurkan dengan sepuas hati.

Awalnya, memang susah untuk mengajari si kecil berenang. Namun berkat kesabaran dan kegigihan dalam mengajar, dalam waktu singkat, si kecil sudah bisa mengapung di atas air.

Cara pertama yang harus dilakukan, dengan membuat rasa ingin tahu si anak akan air jadi membludak. Misalkan cerita tentang peri, ikan duyung, para penyelam, kindahan laut dan sebagainya.

Kalau dengan mendengar cerita si anak langsung tertarik ingin bisa berenang, maka harus dikatakannya, butuh kesabaran dan kegigihan untuk menguasainya. Pastikan orang tua juga ikut berenang, agar si kecil makin berani masuk air.

Setelah ia siap untuk belajar, maka peganglah tubuhnya pada bagian ketiak, dan bawalah mereka keliling kolam. Terus pompakan kata semangat baginya, agar ia terus menjelajah dasar air sekelilingnya.

Agar ia bisa menggerak-gerakkan kedua kakinya, bawalah ia melihat katak yang berenang di aquarium. Katakan padanya, gerakan katak itu mudah ditiru. Perlihatkan pula perenang yang sudah bisa meniru gaya katak, sehingga ia pun termotivasi.

Beri juga contoh bagaimana membuang dan cara bernafas dalam air, selagi anak belajar memasukkan kepalanya ke dalam air. Berangsur-angsur celupkan anak ke dalam air agar dia melatih pernafasannya. Temani anak saat berada dalam air dan mainkanlah permainan dalam air agar dia mau membuka matanya.

Mulailah memegang anak pada bagian pinggang atau dada, dan minta mereka menggerakkan tangannya. Beri contoh gerakan tangan yang benar dan latihlah itu pada tangan anak. Lalu, biarkan dia melakukannya sendiri sementara Anda terus memeganginya. Minta kaki anak tetap bergerak.

Lalu minta anak berenang dalam jarak pendek, misal dari tepi kolam pada posisi Anda berdiri. Setelah itu baru tambah jaraknya sedikit demi sedikit.

Peragakan kepada anak cara bernafas yang tepat, yaitu dengan mengangkat atau memiringkan kepalanya saat jarak antara Anda dan tepi kolam sudah semakin jauh. Kemudian latih anak untuk melompat dari pinggir kolam dan tangkap dia pada mulanya, lalu kemudian tambah jarak, sehingga dia bisa melompat dan langsung berenang.

Satu hal yang perlu diingat, anak yang belum mahir berenang, jangan pernah biarkan sendirian dalam kolam. Bahkan saat Anda tak bersamanya dalam kolam, mata Anda harus selalu mengawasinya. Bahkan untuk anak yang sudah bisa berenang pun tetap perlu pengawasan. Karena bisa jadi satu saat kakinya tiba-tiba kram.

Sebagai simulasi awal, belikanlah ia kolam mini yang saat ini banyak dijual dipasaran. Kalau anak sudah merasa betah dan senang dalam air, barulah ia dibawa ke kolam anak-anak.

Jangan lupa menggunakan pakaian renang yang nyaman, dan tidak mengganggu gerakan anak saat di dalam air. Pakailah juga ban renang khusus balita. Untuk anak umur dua tahun dan masih dalam tahap belajar, tersedia ban renang khusus yang memiliki pengaman di bagian bawahnya.

Penting juga bagi anak, untuk melihat lomba renang. Dengan demikian, ia pun termotivasi menjadikan hobinya sebagai prestasi. Hendri NOva

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: