Oleh: hendrinova | Oktober 18, 2010

Inception, Petaka Bisnis Mimpi


Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) punya kemampuan terbilang istimewa. Ia bisa memasuki mimpi seseorang, dan mengambil ide-ide hebat yang tertanam di dalamnya.

Berkat keistimewaannya ini, ia banyak disewa orang-orang dengan niat beragam. Walau pesanan pencurian mimpi untuk maksud jahat, Cobb tak peduli. Ia bekerja profesional untuk uang. Ada uang ada mimpi yang bisa ia berikan.

Sepandai-pandai menyimpan bangkai, toh Cobb akhirnya ketahuan juga. Tentu yang mengetahui profesinya, dari pelanggannya juga. Akibatnya, ia harus berpisah dari anak istrinya di Amerika, dengan status sebagai buronan.

Lama di negeri orang, membuat Cobb tidak betah. Rasa rindu begitu mengaduk-aduk hatinya. Tak dinyana, tawaran datang dari seorang pria bernama Saito (Ken Watanabe).

Saito menjanjikan kebebasan masuk Amerika pada Cobb, asal ia bisa melaksanakan tugas dengan baik. Tapi kali ini tidak mencuri mimpi, sebagaimana keahlian Cobb.

Ia diminta menanamkan ide pada seseorang bernama Robert Fischer Jr (Cillian Murphy), dengan tujuan melemahkan bisnis besar yang telah dicapai ayahnya. Kerajaan bisnis yang dibangun ayah Fischer, selama ini menjadi ancaman buat bisnis Saito.

Untuk memuluskan misi dengan imbalan bertemu anak terkasih, Cobb mengontak timnya yang beranggotakan Ariadne (Ellen Page), Arthur (Joseph Gordon-Levitt), Yusuf (Dileep Rao), dan Eames (Tom Hardy). Kelompok ini telah menguasai teknologi canggih, yang memungkinkan mereka memasuki mimpi orang lain, dan mengaturnya seperti yang mereka kehendaki.

Rencana ini tentu tidak berjalan mulus. Saat semua berada di alam bawah sadar. Tak segampang itu mengusik mimpi orang lain. Dimensi mimpi lain, tanpa diundang bisa pula ikut masuk. Itu pulalah yang dialami Cobb, saat mencoba menanamkan ide dalam mimpi Fischer.

Bayangan Mallorie (Marion Cotillard) istrinya Cobb yang telah meninggal, sering menjadi virus dalam usaha tersebut. Terang saja, beberapa kegagalan ia temui. Cobb jelas tidak mau wajah Mallorie ikut tersimpan dalam benak Fischer.

Selain Mallorie, sekelompok pasukan penjaga agar ide tidak tercuri orang lain disaat tertidur, ikut membentengi alam bawah sadar Fischer. Terang saja, dalam mimpi itu terkadang ada aksi tembak-menembak yang berakibat nafas lebih memburu kala sudah terbangun.

Film garapan Christopher Nolan ini, sedikit berada di luar akal manusia. Tapi untuk hiburan, ide ini jelas sah-sah saja. Film ini bisa pula menjadi pangkal kecurigaan banyak orang, saat idenya sudah merasa dicuri orang lain.

Walau begitu, toh hingga saat ini, belum ada terdengar kemampuan istimewa seperti itu. Kalau benar ada, bisa juga tuh dicuri ide-ide gila Israel yang ingin menghancurkan semua negara yang dianggapnya ancaman.

Bagi sebagian orang, melihat aksi Leonardo DiCaprio kali ini, tidak senyaman menonton film Titanic. Alurnya mirip Shutter Island, sehingga membingungkan di awal-awal.

Bisa saja penonton menyangka, kalau aksi tembak-menembak terjadi di dunia nyata. Tapi penonton kecele, karena hal itu hanya ada di dalam mimpi. Bolak-balik antara dunia mimpi dan kenyataan, itulah tontonan yang coba disuguhkan. Jadi siap-siap saja berkerut kening saat menontonnya. Hendri Nova

Jenis : action
Pemain: Leonardo DiCaprio, Ken Watanabe, Joseph Gordon-Levitt, Marion Cotillard, Ellen Page
Sutradara : Christopher Nolan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: