Oleh: hendrinova | September 20, 2010

Belenggu Janji


Janji bagi lelaki adalah utang yang harus dibayar. Jika tidak sanggup menjalankan, baiknya tidak usah berjanji. Akibat menyalahi janji, akan merusak diri di kemudian hari.

Karena janji, banyak lelaki berkomitmen untuk menepatinya. Ia pun rela melepas pangkat, karena takut menyalahi janji. Inilah yang dialami Johan, seorang Belanda peranakan Bogor.

Sewaktu akan diutus bertugas memperkuat pasukan Belanda di Bukittinggi, ia telah berjanji pada sang mama untuk mengasihi pribumi. Itulah yang dipegang Johan, sehingga ia harus bertentangan dengan atasan.

Atasannya membuat janji palsu pada masyarakat, sehingga rakyat merasa ditipu. Tidak terima dengan hal itu, ia pun memutuskan untuk kembali saja ke Bogor menjabat di pekerbunan.

Lain lagi dengan janji yang diucapkan Syahdan. Ia berjanji tidak akan menikah, hingga adiknya yang perempuan dibelikan sawah. Padahal limit dari orangtua si gadis sudah sampai, dan pujaan hatinya kena guna-guna lelaki yang ditolak pinangannya.

Usaha Syahdan meluluhkan hati Amaknya tidak berhasil, karena beliau tetap melarang Syahdan menikah. Hingga akhirnya sang tunangan benar-benar seperti orang gila, barulah amaknya menyetujui.

Tapi apa lacur, pertunanganan telah diputus sepihak keluarga calon istrinya. Syahdan kemudian merana dalam angan dan hampir membawanya ke alam kematian.

Sementara janji yang diucapkan Sutan Mantari pada ayah mertuanya, untuk menjaga calon istrinya patah di tengah jalan. Ternyata setelah menikah, istrinya menjadi lebih berkuasa.

Ia diperlakukan tidak manusia, dan sewenang-wenang oleh sang istri. Hingga akhirnya ia bertemu Johan dan menjadi antek Belanda. Syahdan yang bekerja pada dirinya, diperalat untk menjadi pegawai Belanda pula.

Syahdan yang menjadi salah satu anggota pasukan Paderi benar-benar di luar dugaan telah tertipu. Iparnya yang menjadi suami adiknya, direkayasa untuk dihilangkan nyawanya oleh Sutan Mantari.

Walau tak mati, kabar kematiannya di tempat rodi tersiar ke telinga Syahdan. Iparnya langsung dianggap mati. Sutan Mantari kemudian merencanakan siasat membunuh sang istri, hingga jalannya memperistri adik Syahdan berjalan mulus.

Novel berjudul Janji Para Lelaki ini, mempertemukan tiga janji lelaki dengan latar Perang Paderi. Ketiganya bertemu dalam satu alur cerita, dengan tugas-tugas berbeda.

Nah bagaimana penulis mengakhiri kisah ketiganya, tentu bisa dibaca dalam novel ini. Pokoknya, garapan yang apik bisa membuat anda melanglang dalam suana perang Paderi. Hendri Nova

Judul : Janji Para Lelaki
Penulis : Saiful Ardi Imam
Penerbit : Semesta
Cetakan : Pertama 2010
Tebal : 351 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: