Oleh: hendrinova | September 19, 2010

Penghuni Terakhir, Terlalu Over


Apa yang ditontonkan peserta acara reality show ‘Penghuni Terakhir’, terkadang sangat menjijikkan. kesan kalau acara ini telah dirancang mengikut alur sinetron sangat terasa.

Anehnya, pemenang ditentukan oleh SMS terbanyak. Jadi untuk apa para peserta bersitegang urat leher menjadi yang terbaik, jika akhirnya harus terekstradisi juga, saat mereka berada di posisi terendah.

Walau bagaimanapun peserta ‘Penghuni Terakhir’ mencoba tampil natural, mata dan ekspresi wajah mereka tak bisa berbohong. Kesan mereka sedang mengingat skrip sangat membayang.

Jadi acara ini tak ubahnya hanya upaya pihak produser, untuk menarik uang pemirsa lebih banyak dari modal yang dikeluarkan. Bisa jadi, rumah itu pemirsalah yang membelikannya pada peserta yang beruntung. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: