Oleh: hendrinova | September 6, 2010

Ketika Cinta Terhalang Perjodohan


Hasrat Fikri untuk bisa menyunting Leni si idola kampus, tercapai sudah seusai wisuda. Ternyata Leni juga menyimpan rasa cinta pada dirinya, dalam pengamatan yang sudah sekian lama.

Semula Fikri hampir tak punya keberanian mengutarakan isi hati. Keadaan dirinya yang serba kekurangan secara finansial, menjadi batu penghalang untuk mengungkapkan kata cinta.

Ia pun hanya memendam rasa itu dalam hati, dan mencoba menahannya agar tidak sampai terlontarkan. Padahal dalam beberapa dialognya dengan Leni, ada tersirat kalau Leni juga menaruh hati padanya.

Saat wisuda itulah, Fikri mengungkapkan rasa cintanya lewat sepenggal puisi indah. Walau semula, ia sempat keseleo kata dengan menjawab tidak pada Leni.

Leni menjadi terharu, saat membaca ungkapan cinta Fikri. Ia pun langsung berkomunikasi dengan SMS, dan tali cinta itu terajut sudah. Fikri bahkan berjanji akan meminang Leni, beberapa minggu kemudian.

Dengan hati bahagia, Leni pulang ke kampungnya dan bersiap menunggu Fikri. Namun apa lacur, ternyata ayahnya sudah menjodohkannya sejak ia belum ada di muka bumi ini.

Waktu itu, ayahnya bertekad akan menjodohkan anaknya, dengan teman akrabnya. Ternyata teman ayah Leni, punya anak lelaki yang sudah menjabat wakil kepala sekolah. Satu jabatan yang menjanjikan kemapanam.

Tapi bukan itu yang dicari Leni, karena ia tidak mau menikah tanpa cinta. Tapi sang ayah keras hati, dan tidak mau mengubah keputusannya.

Fikri pun tertunduk sedih, karena harus rela melepaskan orang yang sangat dicintai dan diharapkannya. Ia pun mencoba ikhlas, menerima keadaan yang ada.

Walau pada waktu itu, Leni mengajaknya kawin lari, untuk membuktikan kalau dirinya benar-benar mencintai Fikri. Sayang Fikri tidak mau, dan lebih memilih mundur.

Di sisi lain, usaha Fikri sebagai pembuat figura pasir makin maju. Saat itulah ia didatangi oleh wanita yang juga shalehah. Namun di lain pihak, adiknya telah jatuh dalam pergaulan bebas. Fikripun dihadapkan pada masalah yang menyita perhatian, termasuk akan siapa yang akan jadi pasangan hidup.

Novel berjudul Ketika Tuhan Jatuh Cinta ini, menceritakan akan cinta yang didapat setelah putus cinta. Sesungguhnya ada Allah yang memberi cinta, lebih dari manusia. Tentu masih banyak hikmah lainnya, yang bisa dipetik dari kisah novel ini. Hendri Nova

Judul : Ketika Tuhan Jatuh Cinta
Penulis : Wahyu Sujani
Penerbit : DIVA Press
Cetakan :Pertama, Juni 2009
Tebal : 442 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: