Oleh: hendrinova | September 6, 2010

Gaung Hantam Liver dan Hepatitis

foto: sukun.jpg

POTENSI BESAR – Gaung memiliki potensi besar untuk dikembangkbiakkan jadi sumber pangan. Kemampuannya sebagai obat herbal, juga tak usah diragukan. Sayang, banyak yang belum tahu keunggulannya. Hendri Nova

Orang Minang menyebut tumbuhan yang satu ini dengan sebutan gaung. Saking populernya tumbuhan ini, banyak daerah di Minangkabau diberi nama Gaung. Soalnya, di daerah tersebut dulunya memang terdapat banyak batang gaung.

Kalau musim gaung atau sukun (Artocarpus Altilis) telah tiba, para penjual gorengan ramai-ramai akan membuat goreng gaung. Sementara kaum ibu, ada yang membuat kolak gaung, keripik gaung, sampai rebus gaung.

Pokoknya, ada banyak ragam makanan yang bisa dibuat dengan bahan dasar gaung. Bahkan oleh orang modern sekarang, gaung bisa jadi bahan dasar pembuat mie ataupun tepung.

Sebagai tumbuhan yang gampang dibiakkan dengan akar tunas, tumbuhan ini paling mudah hidup di daerah panas dan lembab di kawasan Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik.

Dulu, sukun juga menarik minat para penjelajah Barat, yang kemudian mengimpor tanaman ini dari Tahiti ke Amerika tropis (Karibia) sekitar akhir 1780-an, untuk menghasilkan makanan murah bagi para budak di sana. Buah sukun memang telah lama dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat penting di pulau-pulau Pasifik, misalnya di daerah Fiji, Tahiti, Hawaii, Samoa, serta kepulauan Sangir Talaut.

Penduduk lokal sana mengolah sukun menjadi makanan tradisional dengan cara digoreng, dibakar, atau dimasak seperti kentang. Buah yang telah masak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah terik matahari atau di atas tungku sehingga awet dan tahan lama.

Jika hasil panen berlebih maka buah sukun dipendam dalam lubang di tanah selama beberapa minggu sampai befermentasi. Hasil fermentasi berubah menjadi semacam pasta mirip keju yang awet dan bergizi.

Sementara oleh orang-orang tua Minang terdahulu, gaung juga dikenal sebagai tumbuhan obat. Terutama daunnya, yang digunakan untuk mengobati penyakit hati atau liver, hepatitis, sakit gigi, gatal-gatal, pembesaran limpa, jantung, dan ginjal.

Sementara di daearah lain seperti Ambon, memanfaatkan kulit batang gaung untuk obat mencairkan darah bagi wanita yang baru 8-10 hari melahirkan. Tentu di daerah lain, beda pula khasiat yang didapat.

Setelah diteliti, diketahui kalau daun gaung mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini dikenal mampu mengatasi peradangan. Selain itu juga untuk menyelamatkan gagal ginjal. Cukup diminum air daunnya dengan rutin.

Caranya, siapkan tiga lembar daun yang berwarna hijau tua, namun masih menempel di dahan. Kemudian cuci bersih pada air mengalir. Selanjutnya dirajang lalu jemur sampai kering.

Siapkan pula wadah lalu isi dengan air bersih dua liter. Usahakan wadah tersebut terbuat dari gerabah tanah liat, tapi jika pun tak ada bisa juga memakai panci stainless steel. Masukkan dedaunan kering itu, lalu dimasak sampai mendidih, sisakan air tersebut sampai volumenya tinggal separuh. Selanjutnya, tambahkan air bersih satu liter, dan didihkan lagi sampai separuh.

Kemudian saringlah rebusan daun gaung itu. Warna airnya merah, mirip teh. Rasanya agak pahit. Silakan diminum sampai habis, tak boleh disisakan untuk kesesokan harinya. Demikian seterusnya.

Agar tidak repot bolak-balik mengambil tiga lembar daun, sebaiknya sediakan rajangan daun sukun kering untuk seminggu. Caranya, siapkan lembar daun hijau tua sebanyak 3 x 7 = 21 lembar. Proses selanjutnya persis seperti cara di atas, sehingga kita punya sejumlah rajangan daun gaung kering, tapi dibagi-bagi menjadi tujuh bungkus.

Tiap hari ambil sebungkus, rebus, saring, dan minum. Jika Anda termasuk tak tahan pahit, bisa ditambahkan sedikit madu setiap kali minum.

Sementara untuk sakit jantung, ambillah satu lembar daun sukun tua yang masih menempel di pohon. Daun sukun tua mempunyai kadar zat kimia maksimal.

Cucilah sampai bersih lalu dijemur hingga kering. Kemudian rebus sampai mendidih dengan lima gelas air dan sisakan sampai tinggal separuh. Tambahkan air lagi hingga mencapai volume lima gelas. Setelah disaring, rebusan air itu siap diminum dan harus habis tak bisa disisakan untuk esok hari.

Beberapa pakar obat tradisional memang meragukan khasiat daun gaung/sukun. Namun masyarakat sudah percaya dan membuktikan khasiat daun sukun yang dapat menyembuhkan penyakit jantung dan ginjal.

Sementara di Hawaii, dulunya gaung digunakan sebagai makanan pokok. Sedangkan di Madura digunakan sebagai obat sakit kuning. Adapun bunganya dipercaya dapat diramu sebagai obat. Bunganya dapat pula menyembuhkan sakit gigi dengan cara dipanggang lalu digosokkan pada gusi yang giginya sakit.

Untuk daunnya selain untuk pakan ternak, juga dapat diramu menjadi obat . Di India bagian barat, ramuan daunnya dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan meringankan asma.

Daun yang dihancurkan diletakkan di lidah dapat mengobati sariawan. Juice daun digunakan untuk obat tetes telinga. Abu daun digunakan untuk infeksi kulit. Bubuk dari daun yang dipanggang digunakan untuk mengobati limpa yang membengkak.

Getah gaung juga berkhasiat obat, terutama penyakit kulit. Getah yang ditambah air jika diminum dapat mengobati diare. Di Caribia, getahnya digunakan sebagai bahan membuat permen karet.

Bahkan, kayunya pun juga sangat bermanfaat. Kayunya tidak terlalu keras tapi kuat , elastis dan tahan rayap, digunakan sebagai bahan bangunan antara lain mebel, partisi interior, papan selancar dan peralatan rumah tangga lainnya.

Sedangkan serat kulit kayu bagian dalam dari tanaman muda dan ranting dapat digunakan sebagai material serat pakaian. Di Malaysia digunakan sebagai mode pakaian.

Daun gaung juga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Sementara untuk sakit kuning atau penyakit lever, ada juga ramuan dari buah. Caranya, ambillah satu buah sukun, belah menjadi empat potong dan direbus sampai mendidih, minumlah sebanyak mungkin air rebusan tersebut dan bila perlu setiap minum pakailah air rebusan tersebut selama dua minggu atau lebih maka penyakit lever akan sembuh.

Jika buah sukun susah didapatkan maka daun sukun juga sangat berkhasiat menyembuhkan lever, caranya adalah ambil 10 helai daun sukun yang sudah tua warna kuning, rebus sampai mendidih seperti warna teh, berikan dan minumkan ke penderita air rebusan selama dua minggu maka sakit lever tersebut sembuh, mudah-mudahan resep ini dapat membantu keluarga yang membutuhkan.

Di Trinidad dan Bahamas, air rebusan daun sukun digunakan sebagai penurun tekanan darah tinggi dan pereda gejala asma. Sedangkan jus daun sukun dipakai sebagai obat tetes untuk mengobati penyakit dalam telinga.
Daun sukun juga dapat digunakan untuk menyembuhkan sariawan, luka, pembengkakan limpa dan tumor, serta mencegah keracunan makanan. Buah sukun yang dihancurkan sampai halus dapat dikompreskan ke bisul untuk mempercepat matangnya bisul, sedangkan bunganya yang dibakar bisa digosokkan ke gigi atau gusi yang sakit. Untuk mengatasi diare, getah sukun dicampur dengan air lalu diminum. Getah pohon sukun juga dipakai masyarakat asli untuk mengobati penyakit kulit.

Berdasarkan riset yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan peneliti asal China, terungkap bahwa daun sukun sangat berguna dalam proses penyembuhan penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular saat ini merupakan penyebab kematian nomor satu di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Sepertiga dari populasi dunia berisiko mengalami major cardiac events atau kejadian gangguan jantung.

Daun sukun dipercaya mampu menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung. Beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya diyakini terkandung dalam daun sukun.

Daun sukun berfungsi meredam laju kolesterol jahat (LDL) dalam darah serta dapat pula digunakan untuk mengobati asam urat. Air rebusan daun sukun yang rutin diminum mampu menyembuhkan disfungsi ginjal yang disebabkan endapan batu ginjal, pembesaran prostat, kencing manis, darah tinggi, atau penyakit imunologi. Agar khasiatnya maksimal, daun sukun harus dipilih yang bewarna hijau mencolok, sebab kandungan klorofil atau zat hijau daun sukun itulah yang memberi manfaat bagi kesehatan.

Kulit batang sukun juga digunakan sebagai pakaian tradisional oleh penduduk di kawasan Polynesia. Sedangkan getahnya yang putih sering dipakai sebagai lem untuk pembuatan perahu, pemikat burung, dan sebagai bahan baku permen karet.

Prospek tumbuhan gaung amat menjanjikan di masa mendatang. Sayangnya, Pemprov Sumbar belum meliriknya sebagai aset berharga. Hal itu wajar adanya, karena mengurus cabai saja, Pemprov Sumbar sangat kewalahan. Hendri Nova

Iklan

Responses

  1. terima kasih atas informasinya….kunjungi juga blog saya http://blog.unand.ac.id/ichwana dan http://doichwana.blogspot.com

  2. terima kasih atas informasinya….kunjungi juga blog saya http://blog.unand.ac.id/ichwana dan http://doichwana.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: