Oleh: hendrinova | Agustus 1, 2010

KCB Spesial Ramadhan Konfliknya Terlalu Dipaksakan


Alur konflik yang disajikan lanjutan film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) Spesial Ramadhan, terasa sangat dipaksakan. Hal ini jelas keluar dari gaya penulisnya Kang Abik, yang biasanya meramu konflik dengan sangat teliti.

Masalah yang dimunculkan bermula dengan kehadiran Aprilia, pecandu narkoba. Entah karena kasihan atau tidak mampu menolak permohonan tolong, pesantren yang semula ditujukan mengambil murid-murid yang suka ilmu agama, berubah jadi penampung korban narkoba.

Aprilia ternyata menaruh hati pada Azzam. Anna tidak menyadarinya, dan tidak memainkan rasa cemburu dari beberapa dialognya dengan Aprilia. Ia pun gegabah meninggalkan Aprilia di rumahnya, hanya untuk shalat Dhuha. Padahal shalat Dhuha lebih disunnahkan dikerjakan di rumah.

Satu hal yang terlalu salah, dengan meninggalkan seseorang yang labil seperti Aprilia di kediaman pribadi. Hebatnya lagi, Azzam yang mendapati Aprilia tidur-tiduran di kamarnya, malah mau pula berlama-lama berdialog dan akhirnya bisa dikunci dari dalam.

Alangkah baiknya bila konflik dibangun seperti kisah Barsisa, yang didatangi seorang pelacur kala beribadah. Cara yang sekarang sudah terlalu kuno, dengan harapan bisa menghemat biaya produksi dengan tempat kejadian di lingkungan pesantren saja. Sepertinya ada sinyal akan menjadikan sinetron ini ke masalah poligami. Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: