Oleh: hendrinova | Juli 25, 2010

Ketumbar Pelancar Pencernaan, Obati Lemah Syahwat


foto:ketumbar.jpg

KECIL HEBAT – Di balik ukurannya yang lebih kecil dari merica, ternyata banyak khasiat yang tersimpan untuk kesehatan. Hendri Nova

Bumbu dapur yang digunakan kaum ibu orang Minang, benar-benar kaya khasiat kesehatan. Salah satunya katumba atau bahasa Indonesia ketumbar.

Bentuknya yang kecil, ternyata menyimpan khasiat yang amat besar. Dari aromanya, langsung menjadi pembeda dengan merica. Biasanya, pedagang bumbu menjual ketumbar satu paket dengan merica dan lainnya, untuk bumbu soto, sup atau lainnya.

Tak hanya di Minang saja tentunya, di dunia ketumbar juga terkenal. Bahkan untuk keperluan obat, ketumbar tercatat dalam ensiklopedi Jawa ‘Serat Centhini’ dan ‘Tembangraras‘.

Untuk keperluan pengobatan, tidak hanya bijinya yang bisa digunakan. Daunnya yang seperti seledri, sering diiris tipis dan dijadikan taburan dalam masakan seperti sup dan salad khas Thailand.

Ketumbar (coriandrum sativum) diketahui berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia. Petani biasa membudidayakannya di kebun-kebun dataran rendah dan pegunungan. Seperti halnya seledri, tinggi tanamannya sekitar satu meter. Daunnya hijau dengan tepian bergerigi. Berbunga majemuk berbentuk payung bersusun berwarna putih dan merah muda. Bentuk buah hampir bulat berwarna kuning bersusun, kalau matang, buahnya mudah dirontokkan. Setelah itu, dikeringkan.

Dari zaman dulu, orang-orang sudah banyak tahu manfaat ketumbar. Utamanya untuk melancarkan pencernaan, peluruh kentut (carminative), peluruh ASI (lactago), dan penambah nafsu makan (stomachica).

Manfaat ketumbar diambil dari daun, biji dan buah. Dari semua bagian tanaman yang diubah menjadi minyak terbang terdapat kandungan berupa sabinene, myrcene, a-terpinene, ocimene, linalool, geraniol, dekanal, desilaldehide, trantridecen, asam petroselinat, asam oktadasenat, d-mannite, skopoletin, p-simena, kamfena, dan felandren. Selain itu dalam Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang (Balai Pustaka 1996) disebutkan bahwa ketumbar juga mengandung lemak dan abu.

Dari ensiklopedi Wikipedia disebutkan bahwa khasiatnya tak sebatas pelancar pencernaan saja. Ketumbar juga berguna untuk meredakan pusing, muntah-muntah, influenza, wasir, radang lambung dan radang payudara, campak, masuk angin, tekanan darah tinggi, dan lemah syahwat. Penggunaan ketumbar bisa dilakukan dengan berbagai cara ditumbuk halus dan direbus, baik untuk pengobatan luar, maupun dalam.

Untuk obat luar, ketumbar dihaluskan lalu dijadikan adonan dengan dicampur air dan bahan lain. Adonan ditempelkan pada bagian yang sakit. Cara ini dilakukan untuk perut kembung (ditambah katuk, bawang merah, dan buah pinang), sakit kepala (ditambah biji piang, daun sirih, bangle, dan pacar jawa), serta radang payudara.

Sedangkan untuk pengobatan bagian dalam, ketumbar direbus. Setelah direbus dan ditambah beberapa bahan lain, air rebusannya disaring lalu diminum secara rutin. Cara ini digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (ditambah seledri), influenza (ditambah jahe, daun bawang putih, dan madu), batuk (ditambah kayu manis, kumis kucing, dan gula aren), memperbanyak ASI, muntah-muntah, radang lambung, keracunan jamur, dan lainnya.

Bila haid tidak datang, gunakanlah racikan sebagai berikut, 10 biji ketumbar, 1 jari kunyit, 1 buah pala, 10 biji jintan hitam, 3 kuntum cengkeh, 20 lembar daun srigading. Seluruh bahan padat dilembutkan, direbus dengan 2 gelas air bersih hingga menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sekaligus. Lakukan cara ini 2 kali sehari selama seminggu.

Cara lainnya adalah dengan menyangrai biji ketumbar, ditumbuk halus, lalu diseduh dengan air (wasir). Ada pula dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lainnya, ditambah air, disaring lalu diminum (lemah syahwat). Untuk mengatasi batuk, ketumbar, jahe, dan buah pir di tim, lalu dimakan. Cara untuk mengatasi haid tak lancar beda lagi. Caranya adalah dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lain, direbus, lalu disaring.

Nah untuk yang ingin meratakan perut, menurut pakar gaya hidup dan penulis Sara Snow ‘Fresh Living Sara Snow,’ bisa di coba dengan mengonsumsi ketumbar. Bumbu ini berfungsi sebagai diuretik alami.
Selain itu, juga membantu mengatasi masalah pencernaan dan mencegah mual. Untuk menambah asupan ketumbar, cobalah potong-potong daun ketumbar segar dan taburkan di atas salad Anda.

Membunuh Bakteri juga bisa dengan ketumbar. Studi yang dipublikasikan di Journal of Agricultural Chemistry, seperti dikutip situs health.com, menemukan bahwa minyak esensial ketumbar bisa membunuh salmonella dan Ecoli. Untuk memastikan daging sapi atau ayam yang dimasak terbebas dari bakteri, cobalah merendam daging yang belum dimasak dalam bumbu ketumbar.

Cara membuatnya, haluskan dua siung bawang putih cincang dengan satu sendok teh garam, satu sendok teh merica putih, dan satu batang daun ketumbar segar dalam blender. Kemudian rendamlah daging dalam bumbu ini selama satu hingga dua jam.

Meredakan sakit setelah olah raga juga bisa dengan ketumbar. Menurut Maoshing Ni, PhD, praktisi pengobatan tradisional China sekaligus penulis Secrets of Self-Healing, dianjurkan untuk mengoleskan bahan gosok yang terbuat dari ketumbar. Caranya, Potong halus dua sendok ketumbar segar dan padukan dengan satu per empat cangkir gel lidah buaya, kemudian oleskan ke area yang lembut dan terasa nyeri.

Bagi yang ingin menghaluskan kulit, bumbu masak ini bisa digunakan untuk mengatasi iritasi kulit. Cobalah haluskan setengah buah alpukat, sari dari satu buah jeruk lemon, dua sendok makan ketumbar segar, dan satu per empat cangkir minyak alpukat dalam blender. Selanjutnya oleskan campuran ini ke kulit, biarkan selama 20 menit, dan mandilah hingga bersih.

Dari keterangan di atas, ketumbar jelas tidak hanya untuk masak saja. Ia masih banyak gunanya, dan tidak perlu harus dimakan untuk mendapatkan khasiat yang ada. (berbagai sumber). Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: