Oleh: hendrinova | Juli 24, 2010

Tetap Perawan Sampai di Malam Pertama

Wanita Barat ataupun wanita Jepang, boleh saja malu jika masih perawan saat naik ke pelaminan. Itu memang sudah budaya mereka, di mana keperawanan bukanlah sesuatu yang harus dipertahankan.

Sementara bagi wanita Indonesia dan juga wanita Islam, keperawanan merupakan harga mati bagi mereka. Bagi mereka, hadiah yang satu itu hanya akan diberikan pada lelaki yang berhasil menyunting mereka, dengan ijab qabul yang sah.

Maka tidak heran, wanita Indonesia amat menjaganya, agar persembahan terbaik dapat diberikan pada sang suami. Suatu kebanggaan bagi wanit, jika suaminyalah yang pertama kali menjamah tubuhnya.

Sayangnya, banyak kejadian sekarang, di mana wanita Indonesia ataupun yang beragama Islam KTP, sudah hilang keperawanan sejak masih gadis. Tentu bisa dimaklumi kalau penyebabnya karena rajin berolahraga atau diperkosa. Tapi kalau diserahkan dengan sukarela pada pacar, ini alasan yang tidak masuk akal.

Penyebab dari semua itu, memang karena pergaulan yang terlalu bebas. Mentang-mentang jauh dari orangtua, atau ngekos di kota, bisa berbuat seenaknya.

Apalagi kalau berani pula mengklaim diri sebagai wanita yang kebarat-baratan, tentu habislah sudah. Kucing mana yang tidak mau, kalau ditawari ikan segar.

Nah bagi wanita yang masih memegang adat ketimuran, mempertahankan keperawanan adalah harga mati. Jangan diberikan pada mereka yang tujuannya hanya senang-senang saja.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, agar keperawanan tetap aman sampai ijab qabul diucapkan. Pertama. tolaklah ajakan mesum dari lawan jenis, baik teman maupun pacar.

Jika diajak melakukan sesuatu yang berbau parno, segera tolak dan tegaskan kalau tidak menyukainya. Kalau tidak berani menolak dan mengatakan tidak, maka pertahanan dengan mudah bisa dibobol.

Kalau memang harus pacaran juga, buatlah komitmen dengan pasangan. Berjanjilah berdua untuk tidak melakukan kegiatan yang berbau mesum. Jika sang pacar hanya menginginkan tubuh yang bersangkutan, biasanya ia akan mengancam putus.

Sudahlah, ikuti saja dan putuskan dia. Karena kalaupun nantinya menikahi, ia dengan mudah bisa berselingkuh. Agar hal ini sukses, selama pacaran jangan pakai pakaian yang berpotensi merangsang sang pacar.

Berikutnya, perkecilah peluang untuk melakukan perbuatan mesum. Caranya , hindari berada di suatu tempat hanya berdua saja dan lebih baik tetap berada dalam wilayah publik atau yang terpantau oleh orang tua.

Satu hal yang lebih baik dan dianjurkan, dengan memilih pasangan yang Baik. Carilah cowok yang benar-benar cinta, bukan hanya karena nafsu birahi saja. Lelaki yang tulus mencintai, biasanya memiliki sikap perilaku yang baik tidak akan melukai dan menyakiti kita.

Selalu bersikap waspada dan cerdas dalam bertindak. Jangan mudah menerima tawaran minuman atau makanan dari lelaki yang tak dikenal. Karena siapa tahu di dalamnya ada obat tidur ataupun perangsang.

Satu hal yang lebih penting, tetaplah bangga karena tetap virgin. Orang yang ingin mencelakakan dan menceburkan dalam lembah dosa, akan tetap mengajak untuk menghilangkan kesucian hanya demi trend dan gaul.

Selanjutnya, dengan memilih teman yang tidak menjerumuskan. Pergaulan yang jelek walaupun merasa pas, dihargai, keren dan merasa gaul, mereka dapat menjerumuskan tanpa disadari sehingga hanya sesal di kemudian hari yang bisa anda dapatkan.

Pahamilah kalau seks bebas berdampak buruk bagi kesehatan. Seks sebelum pernikahan (pranikah) dan atau berganti-ganti pasangan, beresiko tinggi menularkan banyak penyakit berbahaya kepada kita dan keluarga. Menikah dengan pria hidung belang atau wanita jablay pun, beresiko menjadi tertular penyakit karena bukan kesalahan kita.

Pandanglah seks bebas sebagai dosa besar. Walau bagaimana pun, zina / zinah itu dosa dan dosanya besar. Hindari zina dan anda akan bahagia di akhirat kelak.

Jika sudah memungkin, segeralah menikah dengan bahagia. Tentu jika sudah ketemu pasangan yang cocok. Mengulur-ulur waktu menikah, hanya akan membuka peluang untuk melakukan perbuatan zina.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: