Oleh: hendrinova | Juli 24, 2010

Terapi Oksigen Hiperbarik, Buat Awet Muda

Siapa manusianya yang tidak ingin awet muda. Demi tujuan itu, berbagai cara ditempuh banyak manusia. Ada yang menempuh cara mistis, seperti pemasangan susuk emas, berlian atau lainnya.

Ada juga yang memakai produk-produk tidak halal seperti dari unsur babi dan tubuh manusia. Semua demi tampil awet muda dan tetap segar selalu di usia yang mulai menua.

Sebenarnya, kalau mau usaha sedikit saja, keinginan untuk awet muda bisa didapat. Salah satu terapi yang bisa dijalankan, dengan terapi oksigen hiperbarik.

Terapi oksigen hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy/HBOT) itu sendiri merupakan terapi untuk menyalurkan pasokan oksigen yang cukup ke area yang diobati. Jika area itu luka seperti pasca operasi, maka proses penyembuhan dapat dipercepat. Sel-sel sehat pun akan muncul, dan pasien akan merasa lebih sehat.

Menurut Spesialis penyakit dalam RS Gading Pluit Jakarta, DR dr Suyanto Sidik SpPD, HBOT belakangan sering digunakan berdampingan dengan obat antipenuaan. Manfaat dari HBOT yang digabungkan dengan obat antipenuaan, bisa membuat pasokan oksigen lebih lancar.

Oksigen selama ini memang hanya dikenal sebagian orang sebagai pernapasan semata. Padahal oksigen juga mampu membuat tubuh tetap bugar dan sehat.

Kulit sebagai organ hidup, juga membutuhkan oksigen untuk tetap sehat. Oksigen membantu produksi kolagen, elastin, dan produk lain yang dibutuhkan untuk mendapatkan kulit yang sehat. Sayangnya, seiring pertambahan usia, sirkulasi pembuluh kapiler memburuk sehingga pasokan oksigen dan gizi untuk mencapai sel kulit berkurang.

Bahkan di saat masa remaja, kulit bekerja ekstra keras. Timbunan lemak yang bawa oleh darah, terkadang menyumbat pori, sehingga racun-racun tak lagi bisa keluar dari keringat.

Hasilnya, pori-pori yang tertutup lemak di bagian wajah bila menumpuk akan menimbulkan jerawat. Kulit yang seperti ini butuh bantuan dari luar. Kaum perempuan biasanya memakai pembersih, sehingga oksigen kembali mengalir melalui pori.

Oksigen yang lancar, sangat dibutuhkan oleh otot jantung. Jika jantung kekurangan atau ketiadaan oksigen selama jangka waktu tertentu, maka akan berakibat kematian.

Pada bagian tubuh lain, bisa berakibat jaringan tubuh mati atau berakibat kecacatan. Manusia yang kehabisan oksigen lebih dari tiga menit, berisiko meninggal seketika.

Sementara dalam ruangan saat bernapas, kadar oksigen yang dihirup dalam sebuah ruangan berkisar hanya 20 persen. Sisanya berupa campuran gas terutama nitrogen.

Akibatnya memang akan terjadi dehidrasi kulit, yang bisa diamati dari kulit yang kering dan berkerut atau keriput. Keadaan ini tidak hanya dialami mereka yang sudah tua, tapi juga remaja dengan gaya hidup tidak sehat.

Menurut Suyanto pada usia 30 tahun, kadar oksigen memang mengalami penurunan hingga 24 persen. Berlanjut pada usia 40, kadarnya terus berkurang hingga 50 persen. Terlebih dengan tingginya tingkat polusi, oksigen yang hilang bisa lebih banyak lagi.

Normalnya kulit akan memperbaharui dengan sendirinya setiap 28 hari. Namun, jika oksigen dan zat gizi kurang dalam tubuh, proses reproduksi sel akan melemah atau sel kulit baru menjadi tidak sehat.

Terapi oksigen tentu akan berbuah manis, jika diiringi dengan gaya hidup sehat. Mandi minimal dua kali sehari, harus dijalankan untuk menjaga kebersihan kulit.

Kurangi juga memakai pakaian ketat dan terbuat dari kulit, agar oksigen tidak terhalang masuk dan keluar tubuh. Oksigen yang lancar, akan memberikan dampak kesehatan yang prima bagi tubuh (Berbagai Sumber).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: