Oleh: hendrinova | Juli 24, 2010

Terapi Hati Buat Panjang Umur

Oleh Hendri Nova

Segala sesuatu masalah yang terjadi pada diri seseorang, selalu dikaitkan dengan segumpal daging bernama hati. Walau dalam kamus biologi dikatakan hati berfungsi menyaring racun, dan tidak ada kaitannya dengan masalah sakit hati atau lainnya.

Namun dari dahulu kala, segala sesuatunya selalu dikaitkan dengan hati. Jika lagi senang, disebut dengan hati senang. Kalau lagi susah, hati pula yang dikatakan susah, dan begitu seterusnya.

Lalu benarkah semua masalah batin itu berkaitan dengan hati? Dahlan Iskan, Dirut PLN saat ini mengaku tak ada yang berubah kala hatinya harus ditukar.

Jika demikian, hati mana yang merasa sakit, senang, luka, gembira atau lainnya? Orang bijak mengatakan, itulah yang disebut ajaibnya hati, yang hanya dimiliki manusia hidup.

Analogi hati, juga sering disebut dalam kitab suci Alquran. Salah satu ayatnya berbunyi, ‘Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad: 24)

Nah… kalau dimaknai secara tersurat, hati mana pula yang bisa dikunci? Ayat ini hanya bisa dipahami secara tersirat. Tentunya hanya orang yang memiliki rasa saja yang tahu mana hati yang terbuka dan mana hati yang tertutup/terkunci.

Terlepas dari semua itu, hati membutuhkan terapi agar ia tetap bersih dan sehat. Jika secara fisik hati telah dilumuri racun makanan, maka akibat lebih fatal harus cangkok hati.

Tapi kalau berkaitan dengan iman spiritual, maka harus dilakukan yang namanya terapi hati. Misalkan saja, kalau hati sedang luka, maka hati harus diterapi dengan masukan iman spiritual.

Belajar menerima kenyataan, lebih bisa mengobati hati yang luka. Luka hati karena diputus pacar misalnya, maka hanya bisa diobati dengan mengatakan pada hati, bahwa dia bukan jodoh terbaik sebagaimana yang didoakan selama ini.

Hati yang sedih karena tidak lulus ujian misalnya, hanya bisa diterapi dengan memahami kalau rezeki itu Allah yang memberi. Tempat kerja hanya sebagai sarana bagi Allah, untuk menyalurkan rezekinya.

Jika memang jalur PNS tidak lulus, berarti bukan disitu rezeki disalurkan Allah SWT. Cari terus tempatnya, sampai menemukan apa yang dicari.

Kalau dianalogikan, tempat kerja hanyalah kran tempat keluar air. Sementara air itu sendiri, berasal dari bak penyimpanan yang tempatnya bisa di atas gunung, dalam bak besar atau lainnya.

Andai kran yang satu kosong, tentu bisa pindah ke kran lainnya. Satu hal terpenting, jangan putus asa mencari kran yang berisi airnya. Karena Allah, hanya memberikan rezekinya pada mereka yang mau berusaha.

Hati yang masih gundah dalam menunggu sesuatu, hanya bisa ditenangkan dengan berzikir kepada Allah SWT. Allah berfirman ‘Hanya dengan mengingat Allah, hati bisa menjadi tenang’.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah menyatakan, “Sarana penyembuhan penyakit hati terbesar ialah mengisi hati dengan cinta kepada Allah l. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.”(Al Baqarah: 165)

Cara kedua, dengan memurnikan keikhlasan. Ikhlas dalam beramal sangat berbengaruh untuk mendapatkan ketenangan di dalam dada dan kesejukan hati. Lebih penting lagi, agar senantiasa menjadikan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai uswah dalam segala hal.

Terapi lainnya, dengan melakukan banyak ketaatan, berdoa, dan memperdalam ilmu agama. Makin banyak ilmu agama yang dikuasai, maka hati makin bisa diterapi sendiri.

Jika seseorang berhasil merawat hatinya secara fisik dan rohani, dengan sendirinya ia akan panjang umur. Tubuhnya akan mengeluar zat anti penuaan, karena wajahnya selalu dihiasi senyum dan sikap positif.

Selain itu, segala racun akan hilang, karena makanan yang dimakan berasal dari bahan bersih, halal lagi baik. Dengan sendirinya, racun yang masuk dalam tubuh dan disaring hati jadi lebih sedikit. Organ-organ tubuh tentunya akan tetap sehat walafiat. Amin (berbagai Sumber).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: