Oleh: hendrinova | Juli 3, 2010

Potensi Besar Seorang Anak


Setiap anak yang dilahirkan di dunia ini, telah dibekali Allah SWT dengan berbagai kepandaian. Sayang ketika sampai di dunia, bakatnya itu tidak terasah, karena jatuh ke tangan yang salah.

Orangtua yang tidak cerdas dalam melihat potensi yang dimiliki anak, telah menyia-nyiakannya secara sengaja dan tidak sengaja. Apalagi dengan pemaksaan kehendak untuk menjadi seperti yang orangtua mau, telah membunuh potensi lahir yang di bawa sang anak.

Lalu bagaimana cara mengetahui potensi yang dibawa oleh seorang anak? Setidaknya ada 9 kecerdasan yang bsia dilihat dalam diri si anak. Pada seorang anak, terkadang ada satu kecerdasan yang paling menonjol, bahkan ada yang memilikinya lebih dari satu.

Kecerdasan kinestetik contohnya, hanya dimiliki anak yang berpotensi menjadi penari, aktor, pendekar, atlet, dokter bedah, mekanik dan lainnya. Begitu juga dengan kecerdasan linguistik, yakni kecerdasan yang dimiliki para orator, negosiator, pengacara, negarawan dan lainnya.

Kalau orangtua mampu melihat potensi ini, tentu lebih mudah mengarahkan anaknya pada bakat yang dimiliki. Mereka lebih terampil, karena itulah kecerdasan dasar yang dimiliki.

Berikutnya ada kecerdasan matematis-logis. Kemampuan ini bisa membawa anak menjadi ilmuwan, matematikawan, saintis, filsuf, agamawan dan lainnya. Selanjutnya kecerdasan visual-spasial, yang dapat menjadikan si anak menjadi arsitek, insinyur, fotografer, pengarang, navigator, detektif, penemu dan lainnya. Anak yang memiliki kemampuan ini, memiliki kemampuan untuk melihat suatu objek dengan sangat detail.

Kecerdasan berikutnya disebut kecerdasan musikal, yakni kecerdasannya para musisi, seniman, budayawan, penyair, penari dan lainnya. Menurut Plato, pelatihan keterampilan musikal merupakan suatu instrumen yang lebih potensial daripada yang lainnya, karena irama dan harmoni merasuk ke dalam diri seseorang melalui tempat-tempat tersembunyi.

Selanjutnya kecerdasan interpersonal, yang dimiliki oleh para direktur, motivator, konselor, sosiolog, psikolog, dan lainnya. Anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini, bisa dilihat dari kemampuannya untuk berhubungan dengan orang lain di sekitarnya. Biasanya mereka memiliki kepekaan hati, sehingga bisa bersikap tanpa menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain.

Seterusnya disebut kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan ini menjadi cikal bakal anak menjadi pengusaha, pemimpin, konselor, motivator, trainer, pemikir dan lainnya. Berikutnya disebut kecerdasan naturalis, yakni kecerdasan yang menjadi cikal bakal anak menjadi antropolog, biolog, zoolog, etimolog dan botanik.

Terakhir terkait dengan kecerdasan eksistensial (spiritual). Kecerdasan ini dimiliki para spiritualis, sufi, agamawan, cendikiawan, filsuf dan lainnya. Anak dengan kecerdasan ini, tampak dari minatnya terhadap hal-hal yang berbau agama.

Untuk mengetahui anak anda memiliki kecerdasan apa, baiknya ditanyakan pada guru atau ahlinya. Lihat hobinya sedari kecil, dan jangan pernah melarangnya mengeksplorasi diri, selagi dalam tahap tidak berbahaya.

Arahkan dan didik dengan ilmu yang diperlukan, sehingga ia mendapat kesuksesan dengan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, anda akan tahu, kalau anak anda benar-benar menakjubkan. Muhammad Hamdi Naufal

Judul : Anak yang Menakjubkan!
Penulis : Suyadi
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, Juni 2009
Tebal : 426 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: