Oleh: hendrinova | Mei 16, 2010

Jeringau, Aset Besar Petani Sumbar


ASET JUTAAN – Jeringau menyimpan penghasilan jutaan rupiah. Apakah Pemprov Sumbar akan meliriknya sebagai aset ekspor? Hendri Nova

Hingga saat ini, belum banyak petani Sumatra Barat yang tahu, kalau jeringau (Acarus calamus) bisa menghasilkan uang ratusan juta setiap tahunnya. Penyebabnya tidak lain karena tidak banyak pula pedagang rempah yang meminta, sehingga terkesan tidak bernilai ekonomi.

Satu hal penting lagi, jeringau yang bisa menghasilkan minyak jeringau (Calamus oil), belum diketahui cara produksinya oleh petani. Masalah berikutnya, jika sudah disuling jadi minyak, siapa yang akan menampung dan memasarkannya.

Gubernur Sumbar ataupun pemerintah Indonesia, hingga saat ini masih memandang sebelah mata pada jeringau. Padahal di pasaran dunia, minyak jeringau/calamus oil berada di level US$250-US$300 (kurs Rp10.000/US$) per kilonya. Itu berarti, satu kilogram minyak jeringau, bisa didapat uang sebanyak Rp2.500.000 sampai Rp3.000.000/kg.

Sementara minyak jeringau yang sudah dikemas, harganya juga fantastis. Perusahaan eksportir minyak atsiri di Kanada, bahkan menjual minyak jeringau untuk kemasan 15 ml US$8 dan kemasan 480 ml harganya $125.

Coba bayangkan, pendapatan yang bisa didapat petani, jika jeringau berhasil dibudidayakan. Sebagai gambaran, untuk mendapatkan satu kilogram minyak jeringau, dibutuhkan bahan sekitar 100 kg akar jeringau.

Untuk mendapatkan 100 kg rimpang jeringau, paling tidak harus tersedia areal tanam seluas kurang lebih 100 m2. Perhitungannya, untuk satu hektare lahan, akan dihasilkan rimpang jeringau sebanyak 10 ton. Dari 10 ton ini jika disuling akan dihasilkan calamus oil sebanyak 100 kg.

Apabila harga satu kilogram minyak misalkan Rp1 juta, maka dalam satu hektare akan diperoleh hasil 100 juta. Hasil 10 ton ini diperoleh dari penanaman jeringau selama satu tahun. Soalnya, waktu optimum untuk pemanenan rimpang jeringau adalah 1 tahun.

Coba bandingkan dengan menanam padi, yang setiap musim tanam hanya menghasilkan gabah paling banyak empat ton dengan harga per kg Rp1.000. Tentu penghasilan petani akan meningkat, tanpa harus membabat habis padi yang merupakan bahan makanan pokok.

Untuk satu hektare tanah, dibutuhkan ruas rimpang jeringau sekitar 100.000 ruas, dengan jarak tanam sekitar 10 x 10 cm. Untuk mendapatkan bibit sebanyak itu dalam kondisi saat ini, tentunya harus mengumpulkan sedikit demi sedikit dan ditanam secara periodik.

Jika dibandingkan negara lain, Indonesia jauh ketinggalan dalam hal budidaya jeringau. Hingga saat ini, negara penghasil minyak jeringau/calamus oil terbesar di dunia dipegang Nepal. Mungkin jika Pemprov Sumbar serius dalam hal budidaya jeringau, baiknya melakukan studi banding ke negara ini.

Selain Nepal, Jepang, India, Sri Lanka, Rusia, Rumania, dan di beberapa negara lain, jeringau telah dikembangkan secara luas dan sudah menjadi produk ekspor bagi mereka. Sementara Indonesia yang memiliki banyak lahan tidur, melewatkannya begitu saja.

Hasil tanaman jeringau dapat dikembangkan sebagai tanaman perdagangan, industri, maupun obat-obatan. Minyak jeringau dibutuhkan untuk industri makanan (sebagai penambah cita rasa), industri minuman seperti campuran bir, lemon, anggur, dan lain-lain. Selain itu juga dipakai untuk pelengkap bahan industri pasta gigi (dental cream).

Lalu apa khasiat tetumbuhan yang dikatakan berasal dari Asia Utara ini? Tumbuhan yang termasuk famili Araceae atau sekeluarga dengan tanaman keladi/talas-talasan, oleh masyarakat Sumbar lebih populer sebagai penangkal palasik.

Dengan dicampur kunyit bolai, jeringau dikunyah dan disemburkan ke ruangan bayi baru lahir. Aromanya bagi sebagian orang agak memusingkan, namun bagi yang lain amat menenangkan.

Rata-rata orang Minang menanam jeringau dicomberan, di selokan atau tempat-tempat tak berguna lainnya. Soalnya, mereka tidak tahu, selain digunakan untuk obat tradisional yang bila perlu saja diambil.

Di beberapa daerah, tumbuhan ini sudah susah didapat. Padahal untuk tumbuh, lumayan mudah. Asal tersedia cukup air, jeringau dengan mudah bisa berkembang biak.

Masyarakat juga memanfaatkan jeringau untuk obat sakit perut, yang terlebih dahulu dicampur bengle. Menurut buku Jeringau tulisan Madjo Indo, akar jeringau bisa digunakan untuk mengusir ngengat, melegakan hidung tersumbat, menjernihkan suara, bahan antiseptik dan lain-lain.

Bahkan ada penderita stroke ringan, bisa sembuh dengan mandi air hangat yang dicampur dengan beberapa rimpang jeringau.

Kandungan kimia jeringau yakni minyak atsirinya adalah asoron, glikosida (akorina), akoretina, kholin, kalameona, iso kalamendiol, epi isokalamendiol, siobunona, trimetil, saponin, vitamin C.

Khasiatnya sebagai karminaif, spasmolitik dan diaforetik. Manfaatnya untuk membangkitkan nafsu makan, mulas, nifas, penenang, pencernaan, radang lambung, kurap (obat luar).

Nah, apakah Pemprov Sumbar akan tetap menyia-nyiakan tumbuhan yang satu ini? Jika serius ingin mensejahterakan petani, maka dari sekarang produksi besar-besaran harus mulai dilakukan dan dilakukan panen kemudian. (Berbagai sumber) Hendri Nova

Iklan

Responses

  1. Terimakasih atas informasinya,…….
    Didaerah saya kalimantan, tanaman jaringau ini banyak tumbuh namun tidak tau manfaatnya dan bisa menghasilkan uang tambahan.

    • ok… sama2… semoga bisa dimanfaatkan jeringaunya….

    • Siti ada jerango yang warna merah gak?

  2. pak, di sumbar daerah mana yg banyak jeringau?

    • belum ada yang menanamnya secara besar… hanya dalam skala klecil saja… itu susah mencarinya pak…

  3. pak. kemana sih minyak jeringau bsa di pasarkan… dan di mana tempat pengolahanya????

    • ada yg bisa bantu…?

  4. Mohon info dimana bisa diperoleh bibitnya dan bagaimana cara pengolahan nya utk mendapatkan minyak nya apa du kukus atau bagaimana?

    • wah kalo bibitnya didapatkam dimana, ngak tau juga pak…
      bagusnya bpk tanya dinas pertanian setempat yang tentunya punya list para petani..
      begitu juga dengan cara pengolahan yang lebih bagus…., mereka tentu sangat menguasainya…
      demikian terimakasih….

  5. Saya tertarik dg tanaman Jaringau, kalau boleh tahu dimana saya bisa mendapatkan bibitnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: