Oleh: hendrinova | Mei 16, 2010

Jambu Air, Berantas Sariawan


OBAT SARIAWAN – Di balik buahnya yang merah menggoda, juga tersimpan kemampuan mengobati panas dalam. Tapi jangan buru-buru memakan, tanpa memeriksa kondisi jambu. Karena sekarang, jambu banyak diserang ulat buah. Hendri Nova

Jambu air sejak dulu kala, banyak ditanam oleh orang Minang di halaman rumah. Jenisnya pun bermacam-macam. Dari yang berwarna pink, merah hati, merah, hijau, putih, hingga kekuningan.

Dulu jambu air dimakan karena rasa dan kandungan airnya yang banyak. Untuk pelepas dahaga, jambu air memang mantap. Selain itu, perut juga bisa kenyang dibuatnya, karena ada kandungan karbohidrat yang banyak.

Menurut para ahli, setiap 100 gram buah jambu air mengandung air 84-89 g, protein 0,5-0,8 g, lemak 0,2-0,3 g, karbohidrat 9,7-14,2 g, serat 1-2 g, abu 0,3-0,4 g, karotena 123-235 SI, vitamin B kompleks 0,55-1,04 mg, dan vitamin C 3-37 mg. Nilai energinya adalah 234 kJ/100 g.

Daging buahnya juga mengandung pektin tinggi, sehingga cocok untuk dipakai sebagai bahan pengendap (settling agent). Minyak atsiri yang diekstrak dari daunnya mengandung 27% d a-pinena dan 24% l-limonena, yaitu dua monoterpena siklik (cyclic monoterpene), yang menyebabkan bau yang menyenangkan dari minyak itu.

Beberapa bagian tanaman, seperti biji, daun, batang, akar, dan kulit kayu, beracun karena adanya alkaloid jambosin dan asam hydrosianida. Karena itulah, banyak yang tidak berani memakan biji, apalagi daun mudanya.

Jika sedang musim-musimnya, satu desa atau nagari di Minangkabau, bisa kebanjiran buah jambu air. Biasanya, jambu air merah dan pink paling sering berbuah bersamaan.

Warga ada yang menjual untuk langsung dimakan dan ada pula yang menjadikannya asinan. Dibuat sirup rasanya juga oke, apalagi untuk dijadikan teman isi agar-agar, tentu ada cita rasa tersendiri.

Bagi yang sudah terampil, minyak atsirinya yang berwarna kuning, bermanfaat untuk industri wewangian, berasal dari daun yang disuling. Kayu terasnya berat dan keras, cocok untuk kayu konstruksi. Akan tetapi, kayu ini sangat rentan terhadap serangan rayap, dan tidak tahan lama di tanah.

Kulit kayunya, berdasarkan berat kering, mengandung 7 % tannin, dan digunakan dalam penyamakan dan pewarnaan. Tanaman ini merupakan jenis sumber madu (melliferouf species) dan tanaman hias; berkat bentuknya yang teratur, dedaunannya yang menarik dan penampilannya yang mengagumkan waktu bunganya mekar, merupakan tanaman yang cocok untuk pinggir jalan dan lain-lain. Beberapa bagian tanamannya digunakan untuk obat kuat atau peluruh kencing.

Vitamin C yang ada dalam jambu air, berkhasiat untuk menyembuhkan sariawan. Atau bisa juga dengan kulit batangnya kira2 10 gr (yg masih muda), dicuci & ditumbuk halus ditambah setengah gelas air matang dan disaring. hasil saringan digunakan untuk berkumur-kumur, airnya kemudian dikeluarkan.

Jika dirunut daerah asal, jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekaranganuntuk konsumsi keluarga.

Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C.

Buah jambu air masak yang manis rasanya, selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat.

Sayangnya, akhir-akhir ini, hampir semua jenis jambu air terkena hama ulat. Jambu yang sudah masak, bisa-bisa tidak bisa dimakan, karena sudah busuk di bagian dalam.

Sampai sekarang, perhatian untuk memberantas ulat buah pada jambu air belum ada. Masyarakat menerima begitu saja, dengan hanya memakan buah yang tidak dimakan ulat. Kalau begitu, jadi berkurang kenikmatan kala memakannya. (Berbagai Sumber) Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: