Oleh: hendrinova | Mei 16, 2010

AGORA, Kejamnya Pengikut Agama Berkuasa


Hypatia (Rachel Weisz) tidak mau ikut campur dalam perang agama yang terjadi Alexandria, Mesir. Ia tetap konsen mempelajari ilmu pengetahuan, terutama tentang tata surya.

Sampai akhirnya, terjadi peperangan antara penganut agama Pagan dengan Nasrani. Hypatia yang berada dalam kelompok Pagan, terpaksa ikut melarikan diri beserta lembaran kertas berisi ilmu pengetahuan.

Dari sekian banyak koleksi ilmu pengetahuan, hanya sebagian kecil saja yang bisa diselamatkan. Sisanya langsung dibakar pengikut Nasrani, begitu berhasil menerobos benteng milik Pagan. Dalam peperangan itu, budak Hypatia bernama Davus (Max Minghella) dengan terang-terangan menyatakan kalau dia pengikut Nasrani.

Dalam peperangan itu, Davus dengan beraninya memukul pengikut Pagan yang sangat menghina keberadaannya sebagai budak. Setelah berhasil melampiaskan kemarahannya pada tuan-tuan pengikut Pagan, Davus kembali mengikuti Hypatia.

Walau hidup dalam pengucilan, semangat Hypatia mencari kebenaran tentang ilmu tata surya tak juga surut. Ia masih bingung, apakah bumi yang mengitari matahari, atau matahari yang mengitari bumi. Juga masalah apakah bumi itu bulat atau memanjang. Jika bulat, kenapa orang yang hidup pada bagian bawah tidak terjatuh?

Sementara peta politik kembali berubah. Kini pengikut Nasrani mulai mengusik penganut agama Yahudi yang sebelumnya menjadi kawan akrab. Kontan kemarahan pengikut Yahudi tak terhindarkan. Mereka akhirnya harus menerima kenyataan, diusir dari Alexandria.

Saat negara dikuasai agama Nasrani, Orestes (Oscar Issac) mantan murid Hypatia yang jadi gubernur, melindunginya dengan segenap kemampuan. Keduanya terlibat percintaan, mengalahkan Davus yang juga menyimpan hati pada mantan gurunya ini.

Suatu saat, di kala arogansi pengikut Nasrani makin kuat, Davus mendatangi Hypatia. Dengan bahasa tubuhnya, ia berharap dibebaskan dari belenggu perbudakkan. Hypatia mengabulkannya dengan membuka kalung budak yang melekat di leher Davus.

Akhirnya, puncak keberingasan pengikut Nasrani berlaku. Cyril (Sami Samir) mengeluarkan kebijakan untuk menasranikan semua orang. Kalau tidak, maka ia harus mati. Tak terkecuali Hypatia, yang dianggapnya gundik Orestes.

Orestes marah dan tidak mau tunduk pada kitab yang dibacakan Cyril. Akibatnya, salah seorang fanatik Nasrani melempari kepalanya dengan batu sampai berdarah. Orestes kemudian menyerah dengan keadaan dan mengatakan tak bisa lagi melindungi Hypatia yang lebih masuk kategori atheis.

Hypatia kemudian keluar dari rumah yang selama ini melindunginya. Di tengah jalan, ia ditangkap oleh pengikut fanatik Nasrani. Dan Davus yang tergabung dalam kelompok ini, tanpa daya tidak bisa berbuat banyak pada orang yang masih tetap dicintainya.

Film garapan Sutradara Alejandro Amenabar ini, berakhir tragis. Penonton akan merasa bergidik, begitu melihat kekejaman pengikut Nasrani. Perempuan saja berani mereka telanjangi di depan patung tuhannya.

Pemaksaan agama pada orang lain, tentu tidak boleh ditiru. Film ini sekaligus mengambarkan potret agama berkuasa, pada orang-orang yang tidak sepaham dengannya. Karena ada adegan dewasa, film ini tak cocok bagi yang belum aqil baligh. Hendri Nova

Jenis : Drama
Pemain : Rachel Weisz, Max Minghella, Rupert Evans, Homayoun Ershadi, Oscar Isaac
Sutradara : Alejandro Amenabar

Iklan

Responses

  1. […] https://hendrinova.wordpress.com/2010/05/16/agora-kejamnya-pengikut-agama-berkuasa/ Selasa, 27 Maret […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: