Oleh: hendrinova | Mei 16, 2010

Agar Anak Berjiwa Berani


FLYING FOX – Olahraga flying fox dapat membantu menghilangkan rasa takut ketinggian pada anak. Seperti yang dilakukan murid-murid TK Adzkia Padang Baru ini. Hendri Nova

Susah-suah gampang tentunya untuk menularkan sifat keberanian pada anak-anak. Apalagi jika lingkungan tidak mendukung, tantangan untuk membentuk anak jadi pemberani menjadi makin susah.

Dalam satu keluarga contohnya. Jika sang ibu takut kecoak, tikus, atau binatang lainnya, maka ibu secara tidak sadar telah mentransfer rasa takut itu pada sang anak.

Teriakan sang ibu kala melihat binatang-binatang yang membuatnya takut, akan tersimpan dalam memori si anak. Bayangan ketakutan akan terbentuk, sehingga ia akan memiliki rasa takut yang sama.

Begitu juga ketika salah satu anggota keluarga takut pada gelap, hujan ataupun petir. Maka setiap kondisi alam seperti itu, maka yang bersangkutan tak akan dapat lagi hidup tenang.

Tentu sangat bijak kiranya, jika sang ibu atau anggota keluarga lainnya tidak melihatkan rasa takut pada anak-anak. Cobalah bersikap tenang, sehingga anakpun tidak merasa terusik.

Cara menumbuhkan keberanian pada sang anak yang penakut binatang, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Ibarat kata pepatah, takut pada harimau, larilah ke sarangnya. Itulah hal bijak yang pantas direnungkan.

Misalkan anak takut pada lintah. Agar rasa takut itu hilang, maka orangtua harus bisa mempermainkan lintah dengan tangannya. Lintah yang tanpa tulang, badannya bisa dibalikkan dengan menusuk pakai lidi.

Sepintas memang ada rasa kejam pada binatang. Tapi ini hanya trik untuk menghilangkan rasa takut pada lintah. Begitu anak menyadari kalau binatang yang ditakutinya tidak berkuitik, maka jiwa keberanian akan terpupuk dalam dirinya.

Takut kepada tikus, kecoak atau lainnya, juga bisa dilakukan dengan cara sama. Perkenalkan semua hewan-hewan itu pada anak, beserta kelemahannya masing-masing. Jika anak sudah tahu kelemahannya, maka ia akan berani menantang biaya.

Nah jika ingin punya anak berjiwa pemberani, maka jangan pernah mengatakan “Jangaaan”, atau “Awaass” ketika anak akan mencoba sesuatu yang baru. Orangtua sendiri harus menempatkan dirinya sebagai pengawas.

Peran orangtua adalah melindungi, bukan membatasi atau mengekang keinginan anak. Biarkan dia berekspresi, dengan memberikan Kepercayaan diri bahwa dia “Bisa” dan “Mampu”.

Jika ia berhasil, maka berikan pujian sebagai bentuk penghargaan. Orangtua juga diminta untuk menghindari mengucapkan kata “Nakal!!!” atau “Salaah!!”, tapi katakanlah “Pintar…” atau “Hebaat”..jika perlu.

Utamakanlah keinginannya sang anak, jika tidak berpotensi membahayakan keselamatan. Orangtua jangan pula memaksakan keinginan pada anak. Jika dia mengatakan “Takut..”, katakanlah padanya kamu pasti bisa, ayo Berani…

Untuk menghilangkan rasa takut anak pada ketinggian, olahraga outbond seperti flying fox bisa mengasah adrenalinnya. Tentu untuk yang satu ini, orangtua harus lebih dulu mencoba, baru disusul sang anak.

Kenalkan juga anak pada air, agar nantinya mampu untuk berenang. Tak ada salahnya pula mengajak anak naik kuda, unta ataupun gajah, agar rasa takut pada binatang sirna sudah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: