Oleh: hendrinova | Mei 2, 2010

Fluoride Musuh Gigi dan Tulang

Walau informasi tentang bahaya fluoride sudah banyak beredar di berbagai negara, Menteri Kesehatan RI masih juga belum mengambil tindakan. Padahal negara seperti Belgia Agustus 2002 lalu, sudah mengeluarkan larangan penggunaan fluoride dalam pasta gigi dan produk makanan serta kesehatan lainnya.

Jika anda iseng membuka http://www.google.com atau situs pencari lainnya, maka keterangan bahaya fluoride akan muncul dengan topik bahasan sangat banyak. Bahkan di http://www.youtube.com, juga ada video yang membongkar habis tentang fakta penipuan produk-produk yang memakai fluoride.

Para ahli seperti Robert Carlton,Ph. D., mantan ilmuan EPA AS di ‘Marketplace’ Perusahaan Broadcast Canada, 24 November 1992 menyebutkan, fluoridasi adalah kasus penipuan ilmiah terbesar di abad ini. Prof. Albert Schatz Ph.D. (Ahli Mikrobiologi) Penemu Streptomycin dan Pemenang Nobel mengatakan, ‘Fluoridasi adalah penipuan terjahat untuk mengeruk keuntungan yang pernah dilakukan, dan itu menelan korban lebih banyak dari pada bentuk penipuan lainnya.’

Ahli lainnya bernama Dr. Charles Gordon Heyd, Mantan Presiden Asosiasi Kesehatan Amerika mengatakan, ‘Fluoride adalah racun yang bisa menggerogoti, menyebabkan dampak yang serius dalam jangka panjang.

Saat ini, selain pasta gigi yang mengandung fluoride, juga ada tablet, obat tetes, permen karet, dan produk lainnya. fluoride bahkan dikatakan tidak memberi efek menyehatkan, dalam mencegah kerusakan gigi dan tulang pada manusia.

Pada Th 1990 Dr. John Colquhoun melakukan penelitian pada 60.000 anak sekolah dan tidak menemukan perbedaan kerusakan pada gigi, antara yang menggunakan fluoride dan yang tidak. Namun ia menemukan sejumlah anak pada wilayah yang diberi fluoride, menderita keropos gigi yang disebut Fluorosis.

Hingga saat ini, 98% wilayah Eropa Barat telah menolak fluoridasi air, termasuk Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Italia, Luxembourgh, Jerman, Belanda, Finlandia, Swedia dan Norwegia. Fluoride memang dikenal sebagai zat kimia kunci, dalam memproduksi BOM ATOM!!!

Fluoride sangat esensial untuk memproduksi Bom Uranium dan Plutonium, untuk membuat senjata nuklir selama Perang Dingin. Salah satu zat kimia yang dikenal paling beracun adalah fluoride, yang muncul secara cepat sebagai racun kimiawi dari program bom atom Amerika serikat, baik untuk pekerjanya maupun masyarakat sekitar.

Bahkan menurut informasi dari http://all-natural.com/fleffect.html, isi dari Tube Pasta Gigi yang mengandung Fluoride ukuran keluarga, cukup untuk membunuh anak seberat 12 Kilogram!!!

Efek biologis Fluoride (dalam buku Flouride the Aging Factor-Dr.John Yiamouyiannis) dinyatakan, gigi Fluorosis (keropos) merupakan tanda pertama kontaminasi fluoride. Kerusakan gigi (pada stadium lanjut-gigi bergaris-garis gelap terlihat seperti lubang) dan gigi tanggal. Penelitian di Cina mengungkapkan, pemberian fluoride dg dosis rendah pun, telah menyebabkan berkurangnya kecerdasan pada anak-anak.

Selain itu, menurut info dari http://www.faisholmart.com menyatakan, fluoride juga memberi efek penuaan dini, aborsi spontan, tulang yang rapuh, kanker, dan faishol mart. Fluoride bersifat Carcinogenic (Penyebab kanker.

Departemen Kesehatan NewJersey mengkonfirmasi, bahwa terjadi peningkatan 6.9% kasus tulang melengkung akibat kanker tulang pada anak muda, dalam komunitas yang menggunakan fluoride. Juga ada peningkatan 5% dalam semua jenis kanker, dalam komunitas yang menggunakan Fluoride.

Dean Burk, Kepala Bagian Kimia Institut Kanker Nasional mengakui dalam dengar pendapat dengan kongres mengatakan, bahwa sedikitnya 40.000 kematian karena kanker di tahun 1981 berkaitan dengan fluoride! Burk menyatakan, bahwa
fluoride lebih menyebabkan kanker dan merupakan penyebab tercepat dari pada zat kimia lainnya.

Fluoride juga menyebabkan tidak berfungsinya Thyroid, diidentifikasi sebagai hypothyroidism. Selain itu, juga menyebabkan kerusakan pada sistem berpikir, kebutaan (penelitian Moolenburgh mengenai air yang ditambah 1 ppm Fluoride), penyakit Alzheimer-Jurnal Wall Street 28 okt 92 tentang penelitian Varnier JA.

Tikus percobaan yang mengkonsumsi fluoride dengan dosis tinggi, berkembang dengan tahap yang tidak beraturan dan memiliki karakteristik hewan yang telah pikun. Pengujian otak tikus-tikus pasca percobaan mengungkapkan adanya substansi sel otak yang hilang dalam struktur. Silahkan buka http://sightings.com/health/fluoridetruth.htm.

fluoride dapat menyebabkan kemandulan. Ilmuwan Administrasi Makanan dan Obat (FDA) melaporkan korelasi yang erat antara menurunnya tingkat kesuburan perempuan kelompok usia 10-49, dengan meningkatnya penggunaan fluoride.

Untuk kasus kerusakan otak, fluoride menurunkan kapasitas kecerdasan manusia, terutama Anak-anak. Tingkat kecerdasan anak-anak yang menggunakan fluoride secara berkelanjutan, lebih rendah dari anak-anak yang tidak diberikan fluoride. (Li, X.S., Zhi, J.L., Gao, R. O., ‘Efek pemberian Fluoride Terhadap Tingkat Kecerdasan Anak-anak,’ Fluoride; 28:182-189, 1995).

Percobaan Dr. Phyllis Mullinex terhadap tikus, menunjukkan efek keracunan syaraf yang bervariasi pada setiap tahap kedewasaan, baik hewan dewasa, hewan anak-anak, atau melalui placenta ketika bayi masih didaalam perut. Sampel yang mendapatkan fluoride sebelum lahir, akan terlahir sebagai anak hiperaktif dan akan tetap seperti itu sepanjang hidupnya. Mereka yang diberi fluoride ketika berusia muda menunjukkan aktivitas yang depresif.

Tahun 1998 Guan et al. memberi dosis yang sama dengan yang digunakkan Mullenix dan menemukan pada percobaannya, bahwa beberapa zat kimia kunci dalam otak, zat yang membentuk selaput sel otak, pada tikus yang diberi Fluoride tidak terlihat alias kosong.

Keretakkan pada tulang pinggul, juga efek dari fluoride. Air minum yang mengandung Fluoride akan menyebabkan keretakkan tulang pinggul 2 kali lipat (200%!!!) dari jumlah keretakkan tulang alami, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Bahkan tingkat yang sangat kecil dari Fluoride sejumlah 0.1 ppm pun, tetap saja menunjukkan kenaikan angka statistik keretakkan tulang pinggul yang signifikan (Bordeaux Penelitian JAMA 1994). fluoride menyebabkan osteoporosis (keropos tulang), kerangka tulang tidak beraturan, dan Arthritis (Asam Urat).

Para ilmuwan EPA Washington mengumumkan, bahwa meningkatnya jumlah orang yang memiliki gejala ‘carpal-tunnel’ dan sakit asam urat, diakibatkan oleh proses fluoridasi dalam air minum. Dan di India Tengah, pencemaran fluoride pada air akibat sebuah penggalian yang tidak melalui pengujian, menyebabkan penderitaan asam urat yang serius pada jutaan orang!!! yang merupakan bencana nasional. (Manchester Guardian 9 July 1998).
Pelayanan Kesehatan masyarakat AS telah menyatakan bahwa fluoride membuat tulang lebih rapuh dan email gigi lebih mudah menyerapnya (kandungan fluoride dalam pasta gigi). Penggunaan Fluoride selama masa kehamilan hingga setahun, meningkatkan 1% ketidakmampuan belajar pada anak-anak. (Penelitian Universitas Florida Selatan).

Flouride memiliki pengaruh negatif pada sistem syaraf dan sistem kekebalan tubuh, dan pada anak-anak dapat Faishol Mart (http://www.faisholmart.com) dan
mengarah pada kelelahan kronis, IQ yang rendah, tidak mampu belajar, kelesuan dan depresi (Situs http://bruha.com/fluoride).

Dr. Phyllis Mullenix dari Institut Penelitian Forsyth Universitas Harvard (Institut penelitian gigi) menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bhw fluoride lebih efektif dari pada timah dalam menurunkan tingkat IQ pada anak-anak. (situs http://naturalrearing.com).

Penelitian kanker oleh Program Toxicology Nasional melaporkan sampel yang diberi fluoride memiliki tumor thyroid, tumor rongga mulut, dan tumor hati yang sebenarnya jarang terjadi. Penelitian baru-baru ini di Jurnal Penelitian Otak, mendapati 1 ppm fluoride dalam air akan meningkatkan kandungan
alumunium dalam otak tikus percobaan dan memproduksi sejenis zat yang merusak otak (amyloid deposits) berhubungan dengan penyakit Alzheimers dan jenis2 lain dari kegilaan.

Penelitian selanjutnya terhadap binatang percobaan, mendapati fluoride dapat menghambat kelenjar pineal yang memproduksi melatonin, hormon yang membantu mengatur berbagai perubahan pada masa pubertas. Dalam penelitian ini,
hewan yang diberi fluoride berkurang tingkat metabolisme melatoninnya dalam air seni mereka, dan lebih awal mengalami perubahan2 masa pubertas. http://mercola.com/2002/jan/30/flouridation_facts.htm.

Tumor tulang ditemukan pada hewan percobaan sebagai reaksi langsung
pemberian fluoride. (Program Nasional Pemerintah Federal AS-bagian Depkes dan Pelayanan Masyarakat th 1990).

Khusus pasta gigi di Indonesia, rata-rata mengandung berbagai jenis fluoride dari jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm.

Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, Mikrobiologist Universitas Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan anak-anak pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air ludah. Inilah yang menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, produsen umumnya menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. Padahal semakin besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin besar pula risiko kesehatan yang akan dideritanya kelak.

Kelebihan fluoride pada anak dapat dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, indera perasa jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat lelah. Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC) Dr Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk anak-anak di bawah umur empat tahun.

Pakaj menambahkan, jika pasta gigi berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada anak-anak di bawah umur lima tahun.

Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada September-Oktober 2002 terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta gigi anak menyimpulkan bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek pasta gigi yang beredar menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu produk mengandung floride di bawah 500 ppm, yakni produk impor dari Australia.

Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, pihaknya menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan standar kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 800-1500ppm menjadi 250-500 ppm. Badan POM harus segera menginstruksikan penarikan seluruh produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih dari 500 ppm.

Entah sampai pemerintah Indonesia akan berdiam diri, dari bahaya fluoride ini. Saat negara lain mau melindungi warga negaranya, negara kita masih tenang-tenang saja? Apakah ini ada maksud untuk mengurangi jumlah penduduk yang semakin bertambah? Mungkin hanya Allah saja yang tahu.

Hingga saat ini, hampir semua pasta gigi yang beredar mengandung fluoride. Bahkan racun tikus pun ada fluoridenya. Entah kenapa pula, tidak ada perusahaan pasta gigi di Indonesia yang mengeluarkan pasta gigi tanpa fluoride.

Mungkin umat Islam harus kembali menggunakan kayu siwak, sebagai media untuk gosok gigi. Rasulullah sudah membuktikan, kalau kayu ini sangat bersahabat dan menjaga gigi dari kerusakan. Mudah-mudahan saja, ada perusahaan Islam yang mau memproduksi pasta gigi tanpa fluoride dengan harga yang terjangkau. Amin… (Berbagai sumber) Hendri Nova

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: