Oleh: hendrinova | Maret 30, 2010

Kesabaran Perempuan Kampung


Tingginya kepercayaan Fetty pada suaminya Junedi, ternyata berbuah petaka pada dirinya. Sebagai perempuan kampung yang patuh pada nasehat orangtua dan mertua, ia tidak mau tahu aktivitas keseharian suami.

Fetty hanya tahu, kalau suaminya pergi kerja membanting tulang, untuk menghidupi keluarga. Ia tidak curiga suaminya akan berbuat macam-macam untuk mengkhianati dirinya.

Padahal kelakuan Junedi, benar-benar seperti ‘Kucing Garong’. Siapa pun akan dilahapnya, jika termakan sedikit rayuan yang telah ia lancarkan.

Korbannya tidak hanya teman sekantor, sekampus, atau lainnya, tapi juga sampai pembantunya sendiri. Saking rapinya Junedi menyimpan bangkai, Fetty pun tidak tahu apa-apa.

Fetty memang pernah menemukan sapu tangan penuh lendir, kala ia menggantikan Atik pembantunya yang pulang kampung. Ia tidak curiga, karena menyangka itu iler yang dibuang di sapu tangan.

Ia baru berani mencium isi sapu tangan itu, kala Atik yang telah kembali dari kampung menemukan saputangan yang sama. Ia pun terperangah, karena bau itu keluar dari alat vital suaminya.

Fetty kembali terhenyak, kala seorang wanita bernama Wita, mengaku kalau ia kenal akrab dengan suaminya. Tapi dasar tidak mau tahu, Fetty tidak mau curiga pada Wita.

Baru setelah banyak perempuan datang ke rumah, dan mengaku sebagai teman kumpul kebo suaminya, barulah Fetty terpukul. Sebagai pelarian, ia pergi bersama Sastry jalan-jalan sekedar melepas stres.

Dari Sastrylah ia terlecut semangat untuk kembali kuliah. Rumah tangganya di ujung tanduk, kala sebuah pertengkaran besar terjadi. Saat itu, Fetty mulai emosi, dan makin pilu kala mengetahui banyak pembantunya yang telah diperkosa Junedi.

Novel berjudul Tuhan Telah Memutuskan ini, jika memang cerita asli, tentu kembali mengungkap bagaimana moral orang Minang saat ini. Tidak hanya lelaki, tetapi juga wanita yang mudahnya melanggar perintah agama.

Latar perempuan kantoran sebagai objek kumpul kebo, tentu sangat memiriskan kalau memang begitu adanya. Lalu apakah memang ada wanita se bloon Fetty? Entahlah, bisa ada bisa tidak. Atau memang hanya ada dalam novel ini saja.

Bagi anda para wanita, tentunya akan mendapatkan pelajaran berharga dengan membaca novel ini. Karena sesungguhnya, menikahi lelaki tidak shalihah itu, bahayanya sangat besar. Henderi Nova

Judul : Tuhan Telah Memutuskan
Penulis : Free Hearty
Penerbit : Jendela
Cetakan : Pertama, Februari 2009
Tebal : 272 Halaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: