Oleh: hendrinova | Maret 24, 2010

‘Blood Creek’, Utusan Hitam Kelompok Nazi


Liese Wollner (Emma Booth) dan keluarganya, tidak menyangka kalau kehadiran Richard Wirth (Michael Fassbender) di rumahnya akan membuahkan petaka. Wirth yang datang dengan alasan untuk belajar, tanpa curiga di terima keluarga Liese dengan senang hati.

Mereka tidak menyimpan sak wasangka, kala Wirth menanyakan batu kuno peninggalan suku Nordic, yang dijadikan pondasi rumah keluarga Wollner. Begitu pun saat Liese menyaksikan merpatinya yang bisa dihidupkan kembali, dari kematian yang tiba-tiba.

Saat itulah petaka itu dimulai. Liese seperti dihipnotis, mau saja menuruti permintaan Wirth untuk memberikan darah dari dalam tubuhnya. Sejak saat itu, keluarga Wollner hidup dalam keabadian semu.

Waktu berlalu cukup lama. Di suatu tempat, keluarga Marshall sedang dirundung duka yang berkepanjangan. Salah satu anggota keluarga, Victor Marshall (Dominic Purcell), hilang secara misterius. Evan Marshall (Henry Cavill) sebagai satu-satunya lelaki yang tersisa, diminta ayahnya untuk mencari ulang Victor.

Tidak disangka, tiba-tiba Victor muncul di hadapan Evan dengan tingkah aneh. Ia meminta Evan segera berkemas dengan senjata dan obat-obatan. Victor ingin membalas dendam, akan perlakuan yang diterimanya selama dua tahun terakhir.

Di perjalanan, Evan masih tak henti-hentinya bertanya. Ia pun hanya menatap terpana seorang perempuan dengan anaknya, yang menempel selebaran orang hilang di pohon-pohon yang ada di hutan. Selintas Evan melihat lelaki yang sedang dicari wanita malang itu.

Evan dan Victor akhirnya sampai di sebuah rumah. Dengan mengendap-endap, Victor berupaya menyantroni keadaan rumah. Secara tiba-tiba, seekor anjing menggigit lengan Evan. Anjing itu dengan sigap dibunuh Victor, berbekal sebuah pisau.

Selanjutnya, Victor melumpuhkan seorang pemuda keluarga Wollner. Ia berhasil masuk ke rumah, dan menyandera Liese dengan ibunya yang sudah tua. Ia bertanya, di mana Liese dan keluarganya menyimpan Wirth yang telah menyiksanya selama dua tahun terakhir.

Evan akhirnya nekad menerobos sebuah ruangan, di mana mata keluarga Wollner tak beranjak dari sana. Di dalam ruang itulah, Evan menemukan Luke Benny (Shea Whigham), lelaki yang dicari perempuan yang ditemukannya di hutan. Ia segera membebaskan Luke dari ikatan.

Malam menjelang dan keluarga Wollner tampak sangat ketakutan. Liese bermohon-mohon, agar kakaknya dibawa masuk saja. Namun Victor bersikeras melarang, hingga Wirth muncul dari persembunyiannya.

Tampang Wirth sangat menyeramkan. Dia menatap tajam rumah yang telah dipasangi rajah penghalang. Wirth yang akhirnya diketahui keluarga Wollner sebagai utusan Nazi, ternyata sedang menuntut ilmu hitam. Rajah yang dipasang di semua pintu masuk dan jendela, menghalanginya untuk meminum darah penghuni rumah.

Rupanya Wirth punya akal untuk menerobos pertahanan keluarga Wollner. Ia membunuh seekor kuda dan kemudian menghidupkannya kembali. Kuda itulah yang akhirnya menggigit Luke yang berdiri dekat dinding. Ia akhirnya jadi santapan Wirth yang haus akan darah.

Berdua, Evan dan Victor berhasil memukul mundur kuda yang telah jadi monster. Berikutnya, mereka menghadapi adik Liese yang juga berhasil dihidupkan. Pertarungan sengit terjadi, walau akhirnya bisa dilumpuhkan.

Tak dinyana, ibu Liese menderita serangan asma. Evan yang baik hati, kemudian mengambil persediaan obatnya yang jatuh di luar. Ia hampir tertangkap, jika tidak cepat masuk.

Namun Wirth tidak kehabisan akal. Ia menghidupkan anjing yang tadi siang dibunuh Victor. Dengan ganas anjing tersebut memburu Victor yang berupaya mengambil tulang nenek moyang Wirth. Anjing itu akhirnya dapat dibunuh.

Sayang, Victor berhasil dilumpuhkan, di kala ia berhasil melempar tulang nenek moyang Wirth pada Evan. Berdua dengan Liese, Evan berencana meracuni Wirth dengan darah nenek moyangnya sendiri.

Di kala Victor hampir disedot seluruh darahnya, Evan memanggil Wirth dengan perantaraan lonceng makanan yang dipukul Liese. Dengan garangnya, Wirth masuk ruangan. Di situ ada Evan dengan tangan terpentang, tubuh berlumuran darah bekas goresan tulang.

Tidak menunggu lama, Wirth langsung menghisap darah Evan. Ia kemudian terbatuk dan menyadari kalau ia sudah diracuni. Secepat kilat Evan menyerang dan berupaya melumpuhkan Wirth, yang hampir pula memiliki mata ketiga.

Evan yang kelelahan karena kehabisan darah, mendapat bantuan Victor yang telah siuman. Perkelahian seru terjadi, sementara Liese dalam ancaman Luke yang sudah berubah jadi mayat hidup.

Film garapan Sutradara Joel Schumacher ini, memang berhasil mengundang rasa ingin tahu para penonton. Alur cerita yang memakai alur maju, membuat penonton setia mengikuti jalannya film.

Walau sedikit bertentangan dengan logika, setidaknya film ini berhasil mengambarkan kepercayaan masyarakat barat pada hal-hal ghaib. Untuk kali ini, mereka menghubung-hubungkannya dengan kelompok Nazi Hitler, yang melirik ilmu hitam untuk menyukseskan ambisinya menguasai dunia.

Jika anda penakut, ada baiknya menghindari menonton film ini. Genre horor, berhasil dipertahankan sang sutradara, dengan tidak mencampurkannya dengan adegan dewasa. Hendri Nova

Jenis: Horor
Pemain : Henry Cavill, Dominic Purcell, Emma Booth, Michael Fassbender
Director: Joel Schumacher

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: