Oleh: hendrinova | Oktober 18, 2009

Mencetak Telapak Kaki Jadi Surga


‘Surga di bawah telapak kaki ibu’. Itulah hadis yang sudah dijadikan ujar-ujar sehari-hari dalam masyarakat Indonesia. Hadis ini begitu memuliakan seorang wanita yang sudah berstatus sebagai ibu rumah tangga.

Lalu bagaimana dengan perempuan yang belum menikah? Jangan coba-coba berharap mendapat kemulian ini, kalau hati tidak ingin menikah seumur hidup. Tentu sangat malang, karena telapak kaki yang dipunya, tak memenuhi syarat sebagai telapak surga.

Tapi benarkah di kaki seorang ibu ada surga? Kalau benar, gampang dong masuk surga? Pandangan dan komentar yang seperti ini, tentu hanya datang dari orang yang daya pikirnya masih polos seperti anak TK.

Hadis ini hanyalah sebuah perumpamaan, untuk memberikan sebuah kesadaran pada seorang ibu. Jika ia bisa menjadi apa yang dimaui Islam, maka tapak kakinya bisa menjadi surga. Dalam arti kata, seorang anak hanya bisa masuk surga, jika sudah mendapat ridha utama dari ibunya, ibunya, ibunya baru ayahnya.

Seorang anak hanya boleh melawan ibunya, kalau sekiranya diperintahkan untuk melanggar perintah Allah SWT. Jika begitu keadaannya, di telapak kaki sang ibu, sudah tak ada surga lagi.

Bicara mengenai wanita yang dapat kemuliaan ini, jelas tidak sembarangan. Wanita ini adalah sosok wanita idaman surga, karena mampu menyulap rumahnya sebagai surga dunia. Rumah ia jadikan tempat yang sangat nyaman bagi suami dan anak-anaknya.

Tapi kalau yang terjadi malah kebalikannya, tentu penghuni rumah akan merasa seperti di neraka. Sang suami tidak betah di rumah, sementara anak-anak jadi hobi kelayapan kemana-mana.

Memang tidak banyak wanita yang masih bangga dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga. Ia baru bangga, jika dicap sebagai seorang wanita karir. Ia seolah-olah lupa, jadi ibu rumah tangga yang mantap, adalah karir yang sebenarnya bagi seorang wanita.

Seperti kata hadis Rasulullah SAW,” …. Seorang wanita itu adalah pemimpin, maka ia akan ditanyai tentang apa yang dipimpinnya…”

Seorang wanita adalah pemimpin rumah tangga, saat sang suami tidak di rumah. Ialah penjaga harta suami, guru bagi anak-anak dan juru masak yang handal bagi dapur rumah tangga. Cobalah hitung, pekerjaan apakah yang paling kompleks, selain ibu rumah tangga?

Tentu hanya wanita karir profesional saja yang mampu menjalaninya. Ia harus menjadi wanita terindah saat sang suami di rumah. Layanannya pada sang suami, harus lebih hebat dari layanan seorang pelacur pada para pelanggannya.

Setelah itu, ia harus menjadikan dirinya guru privat yang hebat dari anak-anak yang diberikan sang suami. Di tangan sang ibulah, seorang anak bisa dibentuk jadi generasi Islami, atau sebagai pengikut-pengikut setan.

Tugas berikutnya jatuh pada juru masak yang handal. Kalau masakan enak, maka semua anggota keluarga akan betah makan di rumah. Oleh karena itu, seorang ibu harus terus mengasah diri, bereksperimen, untuk bisa menghasilkan masakan yang nikmat dna lezat.

Peran sebagai pemilik laundry profesional, juga jatuh pada seorang ibu. Di tangannyalah letak kebersihan keluarga tersandar. Jika tidak telaten dalam mencuci dan menyetrika, tentu anggota keluarga akan beralih jasa cuci di luar.

Buku berjudul Agar Telapakmu Menjadi Surga ini, sangat pantas jadi bacaan wajib semua wanita yang ingin jadi surga bagi anak-anaknya. Di sini dengan gamblang dibahas dan dimotivasi, agar seorang wanita bangga dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga.

Tidak hanya itu, pembaca akan dibawa dalam satu pembahasan bergengsi akan peran ibu dalam keluarga. Penulis mencoba mempermudah pemahaman, dengan memakai istilah-istilah bergengsi. Sehingga pembaca menyadari bahwa sebagai seorang ibu, dirinya sangat berarti. Hendri Nova

Judul : Agar Telapakmu Menjadi Surga
Penulis : Nur Atik Kasim dan Rose Fauziah
Penerbit : Afra Publishing
Cetakan : Pertama, Mei 2009
Tebal : 208 halaman

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: