Oleh: hendrinova | Mei 1, 2008

Usir Racun dengan Malua


foto: malua

ANTI RACUN – Walaupun sudah di tanam di pekarangan, tumbuhan obat yang satu ini tak banyak yang tahu khasiatnya.

Masyarakat Pesisir Pantai Pesisir selatan dan daerah lainnya di Sumatra Barat, sangat akrab dengan tumbuhan obat yang satu ini. Buahnya yang tampak ranum hitam, terkadang menipu orang yang tidak tahu rasa buahnya.

Biasanya, buah malua atau disebut juga dengan buah Makasar (Brucea Javanica [L.] Merr) digunakan masyarakat untuk obat malaria. Jika tubuh sudah menggigil kedinginan, maka buah malua bisa menjadi penangkal yang ampuh. cukup dengan 5 sampai 7 biji, maka badan bisa kembali hangat.

Tumbuhan yang satu ini memang bisa tumbuh di daerah berketinggian 1 sampai 500 meter dari permukaan laut. Karena khasiatnya ini, masyarakat banyak yang menanamnya di pekarangan. Namun tidak jarang pula, ia ditemukan dalam hutan ataupun semak belukar.

Pohon malua termasuk perdu tegak menahun, dengan ukuran tinggi mencapai 1 sampai 2,5 meter. Rambunya halus dan bewarna kuning. Daunnya majemuk dan menyirip ganjil. Jika dihitung, jumlah anak daunnya mencapi 5 sampai 13 daun. Ia bertangkai, menyirip ganjil dengan letak berhadapan.

Helaian anak daunnya lanset memanjang, berujung runcing, dengan pangkal berbentuk baji. Tepinya bergerigi kasar, dengan permukaan atas berwarna hijau.

Sementara permukaan bagian bawahnya berwarna hijau hijau muda, dengan panjang 5-10 cm dan lebar 2-4 cm. Jika berbunga, bentuknya majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, dengan warna ungu kehijauan.

Buahnya keras laksana buah batu, dengan bentuk bulat telur. Jika diukur, maka panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitam. Saat kulit buah dipecahkan, maka tampaklah bijinya yang bulat, berwarna putih. Buahnya inilah, yang dapat dijadikan bibit bagi yang ingin menanamnya di pekarangan rumah.

Jika and atidak ingin tangan merasa pahit, lebih baik memegang buah malua yang sudah ranum dengan sarung tangan. Namun jangan risau, karena rasa pahitnya itu adalah obat dengan sifat dingin, membasmi beracun (toksik), dan khasiatnya masuk meridian usus besar. Jika dimakan, maka ia dapat membersihkan panas dan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit, antisendi dan antimalaria.

Umumnya, warga yang ingin mendapatkan khasiat malua, dengan memakan buahnya yang telah dilepas dari kulit. Selain buah, daun dan akar sebenarnya juga berkhasiat sebagai obat

Secara turun temurun, buah malua dapat mengobati malaria, disentri amuba, diare kronis akibat terinfeksi Trichomonas sp., keputihan, wasir (ambeyen),
cacingan, papiloma di pangkal tenggorokan, lambung , rektum, paru-paru, leher rahim dan kulit.

Adapun akarnya, dapat juga digunakan untuk pengobatan malaria, keracunan makanan dan demam. Adapun daun, digunakan untuk mengatasi sakit Pinggang.

Jika ingin meminum obat dari malua, bisa dilakukan dengan menggiling 1,5-2 gram isi buah malua (kira-kira 10-15 biji) sampai halus, lalu masukkan kedalam kapsul. Ramuan ini diminum setelah makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

Adapun pemakaian luar, digunakan untuk menyembuhkan penyakit kutil dan mata ikan di kaki. Pemakaian ramuan ini harus hati-hati agar tidak mengenai kulit normal di sekitarnya. Daun buah makasar yang digiling halus dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak, akibat terbentur atau terpukul (memar) benda keras. Selain dapat menyembuhkan penyakit, ramuan ini dapat digunakan untuk mengusir belalang.

Jika penderita serius disentri amuba. Segera giling 10-15 buah makassar sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus setelah makan. Lakukan 3 kali sehari selama 7-10 hari.

Untuk disentri, air kemih, tinja berdarah karena panas, segeralah giling 25 buah makasar sampai halus (maksimal 50 buah), lalu masukkan kedalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus dengan larutan air gula batu.

Penyakit malaria, ambil segera isi buah malua (kira-kira 10 buah), lalu giling sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, lalu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari selama 3 hari. Selanjutnya dosis dikurangi setengahnya dan minum dalam 5 hari.

cara kedua, cuci 15-20 g akar buah makasar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum air saringannya siap untuk diminum. Lakukan sehari dua kali, masing-masing 1/2 gelas.

Bagi penderita wasir atau ambeyen, giling 7 buah makasar sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, minum sekaligus. Adapun keputihan, masukkan 20 buah makasar ke dalam periuk tanah atau panci email. Tambahkan 400 cc air bersih, lalu rebus sampai tersisa 100 cc. Setelah dingin ramuan ini dapat digunakan untuk mencuci liang senggama (vagina).

Caranya, semprotkan air rebusan tadi menggunakan penyemprot (sprayer). Ramuan yang dipakai untuk setiap kali pemakaian 20-40 cc. Jika keputihanya ringan, penyemprotan cukup dilakukan sekali saja. Namun jika keputihanya berat, perlu diulang selama 2-3 hari.

Perlu diingat, jangan menggunakan dosis secara berlebihan. Jika diminum, buah malua dapat menstimulir saluran pencernaan, dan menimbulkan gejala keracunan. Hal tersebut disebabkan oleh zat glikosida kosamine yang terkandung didalamnya.

Dalam dosis kecil, buah malua berkhasiat sebagai pencahar, memperlancar pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), mencegah pembekuan darah dan memberantas cacing usus, sebaliknya pada dosis besar dapat menyebabkan keracunan akut. Tanda-tandanya ditunjukkan dengan lambatnya proses pernapasan, tungkai lumpuh, muntah, diare dan koma yang akhirnya bisa menimbulkan kematian. Jika keracunan kronis terjadi, dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Ibu hamil dan anak-anak dilarang minum ramuan tumbuhan obat buah malua. Selain itu, buah makasar dikontraindikasikan pada penderita perdarahan saluran pencernaan, gastritis, penyakit hati dan penyakit ginjal berat.

Di luar negeri, ramuan obat ini sudah dibuat dalam bentuk kapsul, obat cair dan obat suntik. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Pengobatannya dilakukan dengan meminum cairan emulsi, menggunakan injeksi atau menggunakan cairan emulsi yang dilarutkan ke dalam cairan infus. Pada kanker serviks dan payudara, biasanya diberikan injeksi lokal, sedangkan pada tumor saluran cerna dan paru-paru diberikan injeksi intramuskuler.

Buah makasar merupakan antiseptik kuat dan amuba, mikro organisme penyebab malaria, parasit di rongga usus dan mikroorganisme penyebab infeksi di liang senggama (vagina).

Sayangnya, obat yang sangat bagus ini, banyak yang tidak diketahui masyarakat Sumbar selain untuk menangkal malaria. Warga juga takut memakan buah ini banyak, karena bisa menimbulkan pusing. Karena itu, dosis jangan terlalu berat, agar dapat manfaat yang hebat. ***

Dari Berbagai Sumber

About these ads

Responses

  1. baik, tapi saya minta alamat ditemukannya/dibelinya pohon makassar/malua tersebut. Nr. HP : 0852 816 15927

    • Terima kasih bapak.
      Bagaimana caranya saya bisa menanam pohon tersebut ? Dimana saya bisa dapati pohon tersebut di jakarta ?

      Ma’af banyak bertanya.
      Terima kasih.

  2. djunaidy berterima kasih sebelum atau sesudahnya menerima informasi tersebut. yang mana dulu saya pernah dapat dari teman buah malua yang hitam itu sudah dimakan dan habis karena bermanfaat jadi perlu ditanam atau dibeli di alamat di jakarta pusat.

    • ditoko2 obat tradisional biasanya ada. Kalau di padang ini, kebanyakan ditanam di halaman rumah. Cobalah cari di toko obat cina, mungkin ada. pohon ini tak sama dengan pohon kina. dalam gambar kan dah lengkap yaa keterangannya. thx ya telah respon… wslm

      • O.K. Terima kasih Pak Hendrinova yang baik hati.

        Mau tanya dimana saya bisa mendapatkan pohon malua(pohon makassar=brucea javanica) di jakarta ??

  3. mau tanya , apakah pohon tersebut sama dengan pohon kina ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: